' Akhirnya, Pemkab Bogor Sidak Pabrik Indocement - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Akhirnya, Pemkab Bogor Sidak Pabrik Indocement

Akhirnya, Pemkab Bogor Sidak Pabrik Indocement

Written By dodi on Monday, September 3, 2012 | 8:00 AM

KAB BOGOR (LJ) - Keluhan warga Kamurang Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup - Kabupaten Bogor, terkait dengan masalah pencemaran udara debu hitam yang dituding warga berasal dari salah satu pabrik semen milik PT Indocement Tbk, akhirnya direspon oleh Bupati Rachmat Yasin. Dia mengaku baru mengetahui peristiwa pencemaran udara di lingkungan masyarakat yang tinggal di perkampungan dekat pabrik Indocement dari wartawan dan pemberitaan di media massa.

Sehubungan dengan keluhan warga itu, Kepala Daerah di Bumi Tegar Beriman ini mengaku sudah memerintahkan pimpinan di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk melakukan pengecekan ke Kampung Kamurang dan juga lokasi pabrik yang dituding warga sebagai sumber pencemaran debu hitam. "Untuk mengetahui kondisinya, saya sudah perintahkan BLHD turun ke lokasi pada Senin (hari ini, Red)," ungkap RY sapaan akrab Bupati kepada LINGKAR JABAR usai menghadiri kegiatan halal-bihalal di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, akhir pekan kemarin.

Sayangnya, Bupati RY yang selama ini dikenal terbuka dan berbicara lugas tanpa batas jika ditanya wartawan, terkesan menolak berkomentar lebih jauh terkait dengan tudingan pencemaran udara yang dialamatkan warga kepada pabrik semen terbesar di Indonesia tersebut. Demikian pula dengan para pejabat instansi terkait bidang lingkungan di Pemkab Bogor, tak ada satupun pejabat yang mau berkomentar terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pabrik Indocement.

Keluhan ratusan warga Kamurang yang ada di 5 RT pada lingkungan RW 02, itu juga mendapat perhatian dari kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Kabupaten Bogor. Bahkan, kalangan LSM menilai pencemaran udara yang berasal dari pabrik semen tak hanya dirasakan warga Kamurang saja, melainkan warga lainnya yang berlokasi tak jauh dari lokasi perusahaan tersebut.
"Tapi mereka (warga, Red) sepertinya takut untuk berbicara atau mengadukan ke media," ujar Ay Sogir, Ketua LSM Gerak Kabupaten Bogor kepada LINGKAR Jabar, kemarin.

Menurut dia, akibat sikap diam warga yang setiap hari dipaksa menghirup udara kotor dari pabrik untuk melaporkan persoalan tersebut, tidak sedikit warga yang diduga sudah terkena penyakit Ispa (insfeksi saluran pernapasan akut) terutama terhadap anak-anak dan balita. "Saya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera mengecek lingkungan warga dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di sekitar lokasi pabrik Indocement, berapa jumlah warga yang sudah terkena penyakit Ispa tersebut," ujarnya.

Sogir menambahkan, masalah ini tentunya menjadi tanggungjawab bersama, baik Pemkab Bogor maupun pemerintahan tingkat bawah. Kenapa, sebab bila dibiarkan pencemaran lingkungan terus terjadi, khawatir kesehatan warga sekitar lokasi pabrik akan terganggu. Bahkan, tegas Syogir, kalau memang ingin bersikap transparan, Pemkab dapat menggandeng LSM atau elemen masyarakat lainnya untuk memonitoring dampak buruk akibat pengoperasian pabrik semen.

"Harus ada yang mendalami masalah itu, bila pihak perusahaan sengaja melakukan pencemaran maka harus ditindak sesuai Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai pasal 98 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," jelas Sogir.

Sementara itu, pada Sabtu (1/9) lalu, tim CSR (Bilikom) Indocement menggelar aksi pengobatan gratis di Kampung Kamurang, Desa Citereup, untuk melayani masyarakat di kampung tersebut yang hendak memeriksakan kesehatannya. Staf Humas Indocement, Rizky, yang ditemui di lokasi mengatakan kegiatan pengobatan kepada masyarakat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan perusahaannya untuk melayani masyarakat. "Ini tidak tidak ada hubungannya dengan keluhan warga terkait debu hitam," tegas Rizky. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger