' Walikota Bandung Menghindar dari Sidang Korupsi Bansos - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Walikota Bandung Menghindar dari Sidang Korupsi Bansos

Walikota Bandung Menghindar dari Sidang Korupsi Bansos

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Seperti diperkirakan banyak pihak, Walikota Bandung Dada Rosada mangkir hadir untuk menjadi saksi pada sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemkot Bandung di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (28/8). Dada berdalih tak bisa datang karena saat bersamaan sedang menghadiri acara penandatanganan kerjasama PT Panghegar Group dengan CMC China sebagai investor proyek MRT Kota Bandung di Jakarta.

Hal itu disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) saat diminta menghadirkan saksi oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Setiabudi Tejocahyono di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata. "Mohon dihadirkan saksi yang dijadwalkan, atas nama H Dada Rosada," ujar Setiabudi. "Majelis, memang kami telah memanggil saksi atas nama Dada Rosada. Namun berdasarkan surat dari saksi bahwa yang bersangkutan mengukuti kegiatan dinas," sahut Koordinator Tim JPU Apriliani Purba.

Pemberitahuan adanya kegiatan dinas Walikota itu tercantum dalam surat permohonan izin yang disampaikan Dada pada jaksa penuntut umum (JPU) tertanggal 27 Agustus 2012. Dada menyatakan bahwa sebagai warga negara, dirinya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung namun karena adanya tugas yang harus dilaksanakan dan telah diagendakan sebelumnya.
"Yaitu untuk menghadiri penandatanganan kerjasama," begitu isi surat permohonan izin Dada.

Dada rencananya akan kembali dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada Selasa (4/9/2012) mendatang. Akankah Dada datang? Sebelumnya Sekda Bandung Edi Siswadi pun sempat mangkir pada panggilan pertama karena diberi tugas oleh walikota. Namun pada panggilan kedua Edi Sis datang dan menjadi saksi.

Dari pantauan, Majelis Hakim sempat berdebat cukup alot dengan JPU terkait kehadiran Dada Rosada. Hakim Setiabudi meminta agar keterangan Walikota Bandung itu dibacakan saja dari BAP (berita acara pemeriksaan) dengan alasan efisiensi waktu, sementara JPU keukeuh masih ingin menghadirkan Dada pada sidang selanjutnya. "JPU sudah melakukan pemanggilan, tapi saya mempertimbangkan waktu. Nanti kan harus ada saksi ahli. Belum lagi nanti tim penasehat hukum akan mengajukan bukti secara administratif bahwa bansos udah diterima oleh masyarakat," ujar Setiabudi.

Karena itu Setiabudi menyarankan agar keterangan saksi dibacakan saja sehingga JPU tak perlu kembali memanggil Dada dua kali. "Saksi juga kan telah disumpah. Kalau dibacakan saja gimana. Jadi dipanggilnya sekali saja karena waktu," katanya. Namun JPU menyatakan akan tetap memanggil Dada pada sidang selanjutnya yaitu Jumat (31/8).

Hal itu dipatahkan hakim yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut sidang tidak ada karena hakim akan mengikuti kegiatan dari Pengadilan Tinggi Jabar sehingga waktu sidang akan makin sedikit. "Kebetulan saja ini, ada pekerjaan lain kami di luar sidang pada Jumat (31/8/2012). Kami dapat undangan dari pengadilan tinggi," tutur Setiabudi.

Saat meminta tanggapan dari tim penasehat hukum 6 terdakwa, yang menyatakan mengikuti putusan majelis hakim. Sementara penasehat hukum Rohman mengusulkan agar keterangan langsung dibacakan saja karena pada sidang selanjutnya akan segera menghadirkan saksi a de charge (meringankan). Majelis hakim kembali bernegosiasi dengan JPU agar BAP dibacakan saja. Namun lagi-lagi JPU bersikukuh meminta kesempatan terakhir untuk kembali memanggil Dada pada sidang Selasa (4/9/2012).

"Maaf kami tetap berpegang ingin menghadirkan saksi Dada Rosada," tutur JPU Apriliani Purba. Akhirnya majelis hakim pun memutuskan untuk memberi kesempatan terakhir pada JPU untuk menghadirkan saksi Dada Rosada. Dengan ketentuan, jika saksi kembali tak hadir pada sidang Selasa (4/8/2012) BAP akan dibacakan. "Datang tidak datang karena sudah disumpah nanti dibacakan ya," tutur Setiabudi.

Sidang tujuh terdakwa Rohman, Lutfan Barkah, Yanos Septadi, Lutfan Barkah, Uus Ruslan, Havid Kurnia dan Ahmad Mulyana itu pun akan kembali dilanjutkan pada Selasa (4/9) mendatang.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger