' UKG Gagal, Guru Mulai Tak Percaya Pada Pemerintah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » UKG Gagal, Guru Mulai Tak Percaya Pada Pemerintah

UKG Gagal, Guru Mulai Tak Percaya Pada Pemerintah

Written By dodi on Monday, August 6, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) dinilai dapat melahirkan rasa tidak percaya guru pada pemerintah. Pasalnya, para guru kecewa karena pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tidak berhasil menggelar pelaksanaan UKG dengan baik. Apalagi, Kemdikbud selama ini sangat ngotot UKG dilaksanakan dan juga gencar menyosialisasikan pelaksanaannya.

"Akibat kegagalan ini (UKG) akan menimbulkan rasa tidak percaya guru pada pemerintah," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Swasta Indonesia, Suyatno, Minggu (5/8/2012). Rektor Universitas Dr Hamka (Uhamka) Jakarta ini menyampaikan, sebaiknya UKG tidak dilakukan dengan tergesa dan sekaligus.

Oleh sebab, uji kompetensi akan mendapatkan hasil yang lebih akurat saat pelaksanaannya dilakukan secara berkesinambungan. "Saat ujian ini membebani guru, maka hasilnya akan kurang baik. Yang lebih tepat adalah lakukan dengan berkesinambungan," ujarnya.

Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG banyak diwarnai permasalahan. Yang paling disoroti dan terjadi di banyak daerah adalah jaringan internet yang tidak terkoneksi antara tempat uji kompetensi (TUK) di daerah dengan server di pusat. Masalah lainnya adalah validasi data guru yang buruk, dan subtansi soal yang melenceng dari uji kompetensi itu sendiri. UKG dilaksanakan pemerintah guna menguji kompetensi guru bersertifikat. Ditujukan untuk mendapatkan peta pada rencana pembinaan guru selanjutnya.

Tahun ini, peserta UKG mencapai lebih dari satu juta guru di jenjang TK-SMA. Guru bersertifikat adalah mereka yang lolos uji sertifikasi. Setiap bulannya mereka berhak menerima tunjangan profesi sebesar satu kali gaji (guru PNS) dan Rp 1.500.000 (non-PNS). Tunjangan itu diberikan pemerintah kepada guru untuk menutupi biaya peningkatan mutu seperti membeli buku dan melanjutkan studi. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger