' Tuntut Mundur Rektor, BEM UI Duduki Rektorat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tuntut Mundur Rektor, BEM UI Duduki Rektorat

Tuntut Mundur Rektor, BEM UI Duduki Rektorat

Written By dodi on Monday, August 13, 2012 | 8:00 AM

DEPOK - Konflik di kampus Universitas Indonesia (UI) belum berakhir meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan Pejabat Sementara (Pjs) sebagai pengganti Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri. Massa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia pun menduduki gedung rektorat UI dengan tekad menurunkan Rektor UI Gumilar R Somantri yang masa jabatannya habis pada 14 Agustus nanti.

Massa BEM UI menginginkan Gumilar bukan turun karena habis masa jabatan, tetapi dimundurkan karena tidak dipercaya lagi. Upaya penurunan Rektor UI sebelum masa jabatan berakhir dapat jadi modal supaya publik tidak mempercayai Gumilar yang kemungkinan ikut mencalonkan diri kembali jadi Rektor UI Periode 2012-2017. Karenanya, massa BEM UI bertekad untuk bertahan unjuk rasa di kampus UI sampai Gumilar mundur dengan sukarela.

"Kalau turun pada 14 Agustus kan memang prosedural atau habis masa jabatannya. Kami mau Rektor UI turun paling lambat Senin besok. Sebab, Rektor UI sekarang membuat kisruh UI semakin berlarut-larut. Publik sudah tidak percaya Rektor UI sekarang. Jangan sampai dia terpilih lagi," kata Kepala Pusat Kajian dan Studi Gerakan (Pusgerak) BEM UI Iqbal Pirzada, kepada wartawan di kampus UI Depok-Jawa Barat.

Menurut Iqbal, aksi BEM se-UI yang dimulai Minggu (12/8) sore ini hingga beberapa hari ke depan sebagai wujud dari puncak ketidakpercayaan pada Gumilar. Mahasiswa akan menduduki gedung Rektorat UI. Saat ini, mahasiswa berkumpul di halaman depan gedung Rektorat UI. Ada dua tenda untuk menampung mahasiswa yang menginap di lingkungan Rektorat UI.

Mahasiswa juga telah menyiapkan orasi serta seremoni seperti sujud syukur dan penyalaan kembang api untuk merayakan turunnya Gumilar sebagai simbolisasi tibanya hari baru untuk UI. "Kegiatan kampus memang libur. Tetapi tetap ada kegiatan, termasuk Opspek mahasiswa baru, jadi kami jalan terus untuk unjuk sikap," kata Iqbal.

Sementara itu, Ketua BEM UI Faldo Maldini mengatakan mahasiswa menolak pencalonan kembali Gumilar untuk kedua kalinya. Saat ini, panitia khusus pemilhan rektor ui membuka pendaftaran calon Rektor UI Periode 2012-2017. "Ada perbedaan yang substansial antara berhenti karena masa jabatan habis dan diturunkan. Berhenti karena diturunkan menyiratkan adanya ketidakpercayaan publik terhadap Gumilar," jelas Faldo.

Di lain pihak, Ketua Panitia Khusus Pilrek UI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto mengatakan Rektor UI saat ini belum mendaftar sebagai calon Rektor UI. "Peluang Gumilar untuk mendaftar tetap terbuka dan merupakan hak beliau sepanjang memenuhi syarat," ujar Endriartono yang merupakan mantan Panglima TNI.

Sebelumnya dikabarkan, bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh telah menetapkan Djoko Santoso sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Universitas Indonesia (UI). Penunjukan Djoko Santoso ini karena mantan Rektor ITB tersebut merupakan sosok yang paling pas menduduki posisi tersebut. Pertimbangan pertama, karena yang bersangkutan merupakan pejabat eselon I di Kemdikbud, yakni menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud.

Hal itu sesuai dengan permintaan Majelis Wali Amanat (MWA) UI agar Mendikbud memilih PJS Rektor UI dari pejabat esolon I di lingkungannya. "Kami sudah mengirim surat bahwa pak Djoko yang kami pilih. Itu sesuai, karena MWA UI meminta pejabat eselon I," kata Nuh dalam acara safari Ramadhan Kemdikbud di SMPN 1 Cibinong, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan kemarin. Pertimbangan kedua, lanjutnya, adalah karena Djoko Santoso memiliki pengalaman mengelola perguruan tinggi, yakni saat ia menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

Alasan ketiga keluar berdasarkan subjektifitasnya. Nuh menilai Djoko Santoso mampu mengendalikan dan mengayomi UI selama dalam proses pemilihan rektor (pilrek). "Kami utus orang yang bisa mengayomi UI selama tiga bulan proses pilrek. Dijamin independen dan tidak memihak," pungkasnya seraya menjelaskan melalui surat tertanggal 27 Juli 2012, Majelis Wali Amanat (MWA) UI meminta Mendikbud menunjuk seorang pejabat eselon I di kementeriannya untuk menjadi Pjs Rektor UI. Tujuannya, untuk menggantikan Gumilar Rusliwa Somantri yang kepemimpinannya berakhir di 14 Agustus 2012, sekaligus menjaga netralitas kampus selama masa Pilrek UI.

Djoko Santoso pernah menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) di periode 2005-2010. Setelah itu, pria kelahiran Bandung, 9 September 1953, itu menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud. Adapun masa Pilrek UI dimulai pada 8 Agustus 2012, dan hasil akhirnya akan diketahui pada 9 Oktober 2012 setelah MWA UI memilih seorang calon rektor dari beberapa calon yang lolos seleksi Senat Akademik Universitas. HRS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger