' Tujuh Dekan Fakultas Melawan Keputusan Rektor UI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Tujuh Dekan Fakultas Melawan Keputusan Rektor UI

Tujuh Dekan Fakultas Melawan Keputusan Rektor UI

Written By dodi on Friday, August 3, 2012 | 8:00 AM

DEPOK - Menyusul aksi sembilan dekan fakultas di Universitas Indonesia (UI) yang menandatangani mosi tidak percaya terhadap Rektor UI Gumilar Soemantri pada Jumat (31/8) lalu, situasi di kampus UI kian memanas. Bahkan, konflik antara pihak Rektor dengan kalangan dekan yang menginginkan perubahan telah mengakibatkan perpecahan. Terlebih, mosi yang muncul akibat pemberhentian sejumlah dekan secara sepihak telah dikirim ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dengan permintaan untuk mengganti Gumilar per 1 Agustus dan menggantinya dengan Wakil Rektor Bidang I.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Siane Indriani mengimbau agar semua pihak tidak membesar-besarkan langkah Rektor UI Gumilar R Somantri memberhentikan tujuh dekan fakultas dan satu kepala program pascasarjana di UI. Pasalnya, pemberhentian itu tidak melanggar dan sesuai dengan aturan yang ada. "Jangan dibesar-besarkan. Pemberhentian itu sah secara aturan dalam kelembagaan," kata Siane dalam keterangan persnya, Kamis (2/8). Dia menegaskan, mereka yang diberhentikan telah habis masa jabatannya pada 30 dan 31 Juli 2012.

Atas dasar itu, Rektor UI kemudian memberhentikan tujuh dekan dan satu kepala program pascasarjana pada 31 Juli 2012. Untuk sementara, posisi para dekan itu digantikan oleh para wakil dekan sampai dekan selanjutnya dipilih oleh rektor UI yang baru. "Masa jabatan dekan itu sudah habis, sah saja jika Rektor memberhentikan. Itu pun bukan alasan pribadi, melainkan ada masukan dari Majelis Wali Amanat. Secara lembaga, bawahan harus menaati keputusan atasannya," pungkasnya.

Untuk diketahui, masa jabatan Rektor UI saat ini akan berakhir pada 14 Agustus 2012. Rektor UI yang baru nantinya akan memilih pengganti dekan yang diberhentikan. Polemik di UI semakin melebar dan sulit diurai. Kelompok kontra menilai pemberhentian dekan dilakukan dengan alasan pribadi pada para dekan yang sering mengkritik kebijakan-kebijakan di UI.

Kesembilan dekan yang menandatangani mosi tidak percaya itu adalah Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Bambang Irawan, Dekan Fakultas MIPA Adi Basukriadi, Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Psikologi Wilman Dahlan Mansoer, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Bambang Wibawarta, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakutas Kesehatan Masyarakat Bambang Wispriyono, dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer T. Basaruddin.

Dari kesembilan dekan yang menandatanganinya, tujuh di antaranya adalah dekan yang diberhentikan oleh Gumilar. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang bisa diperoleh dari para dekan tersebut. Dalam surat pengantar terhadap Mendikbud, para dekan mencantumkan lima keberatan. Gumilar dinilai sudah mengganggu proses belajar mengajar di kampus, terutama dalam penetapan kelulusan dan penandatanganan ijazah.

Gaya kepemimpinan Sumantri yang otoriter dinilai juga telah meresahkan dan tidak cocok diterapkan di kampus. Gumilar juga dinilai tidak dapat menciptakan hubungan kerja yang kondusif dengan para dekan, tidak dapat menjaga keutuhan dan kebersamaan seluruh warga UI dan telah gagal megelola UI dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini diperparah dengan keputusan pemberhentian tujuh dekan UI dan satu kepala program pascasarjana kemarin.

Sementara itu, sehari setelah mosi tidak percaya dari sembilan dekan, Rabu (1/8), Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Jossy P Moeis mengeluarkan pernyataan sikap dengan keberatan yang sama. Jajaran FE menolak pemberhentian para dekan tersebut dan meminta Rektor UI untuk menarik kembali surat pemberhentian tersebut guna mewujudkan kondusifitas di lingkungan UI. 

Polemik di UI telah dimulai sejak tahun lalu. Persoalan yang tak kunjung usai pun menyebabkan molornya proses pemilihan Rektor UI. Puncaknya adalah saat Ratna Sitompul diberhentikan mendadak dari jabatannya sebagai Dekan FKUI. Selama ini, Ratna dikenal sebagai salah satu motor dalam gerakan UI Bersih yang lantang menyuarakan tata kelola kampus yang baik. HRS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger