' Situs Gunung Padang, Penemuan Terbesar Abad Ini - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Situs Gunung Padang, Penemuan Terbesar Abad Ini

Situs Gunung Padang, Penemuan Terbesar Abad Ini

Written By dodi on Wednesday, August 15, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR - Hasil penelitian sementara di situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur-Jawa Barat, menunjukkan ada sebuah situs kuno buatan manusia yang dibangun ribuan tahun lalu sebelum masehi. Pemerintah pun menyatakan siap mendukung penelitian lanjutan dari temuan tersebut. Itu karena situs Gunung Padang sangat istimewa, sehingga diharapkan dapat menjadi penemuan spektakuler dan terbesar di abad ini.

"Penghargaan kepada semua pihak yang telah bersusah payah melakukan penelitian, dan kami akan mendorong para peneliti untuk menindaklanjuti temuan mereka di situs Gunung Padang," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti saat menghadiri acara "Cara Baru Memandang Bencana, Peradaban Dan Kemakmuran Indonesia di Masa Depan" di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut Wiendu, Indonesia memiliki kondisi geografis yang mendukung peradaban kebudayaan yang luar biasa. Saat ini, sedikitnya ada 65.200 candi, monumen, patung dan peninggalan nenek moyang lainnya. Karena itu, hasil penelitian di Gunung Padang dianggap sebuah hasil istimewa. Wiendu berjanji akan mendukung penelitian itu hingga tuntas, termasuk memberi fasilitas yang dibutuhkan.
"Kami akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh Tim Mandiri Riset Terpadu Gunung Padang," jelasnya.

Sementara itu, Pon Purajatnika, seorang pakar arsitek kawasan purbakala, mengatakan situs Gunung Padang terdiri dari lima teras yang mengarah ke gunung Gede, Jawa Barat. Susunan batu yang ditemukan teratur, hingga membuatnya bisa bertahan hingga sekarang. "Lalu lapisan pasirnya bukan pasir gunung melainkan pasir sungai yang diangkut untuk pembangunan," terang Pon.

Danny Hilman Natawidjaja, pakar geoteknik LIPI, menambahkan bangunan purba Gunung Padang tidak hanya sebatas situs pundek berundak di atas bukit. Ada terasering juga yang terpasang di bukit. "Hasil survei radar dan bor, hasil gali 15 meter bahwa terdapat susunan man made batu besar yang punya ruang-ruang besar," terang Danny. Sementara di kedalaman 15 meter ke bawah ada batuan gunung api masif dengan geometri berbentuk unik. "Hasil analisis kemungkinan situs ini berusia 13.600 sebelum masehi," imbuhnya.

Dikatakan Danny, tim penelitian mandiri Situs Megalitikum Gunung Padang akan mengirimkan beberapa sampel batuan di gunung tersebut ke laboratorium di Miami Amerika Serikat (AS) untuk mengetahui umur situs tersebut. Sampel tersebut ditemukan oleh tim dalam proses eskavasi beberapa waktu lalu. Paparan riset sementara menyimpulkan bahwa besar kemungkinan Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah terbesar di dunia.

Danny Hilman memaparkan, hasil analisa carbon radiometricdating (preliminary) menunjukan umur lapisan di bawah situs kedalaman 4 meter yaitu 6.700 tahun yang lalu. Sedangkan umur sampel karbon dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter yaitu 13.600 tahun yang lalu. "Sampel akan dikirim ke Miami untuk meneliti radiocarbon untuk menentukan umur batuan. Jika disebut tertua, tidak bisa juga karena di dunia ada situs Gobekli Tepe, di Turki yang sudah 11.600 SM," ujarnya.

Pakar Prasejarah dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar mengatakan proses riset tersebut sebaiknya diteruskan untuk mengungkap keberadaan ruang kosong di dalam bangunan situs. Menurut dia, hingga saat ini, tim baru mengetahui struktur bangunan hingga kedalaman 15 meter. Sementara, kedalaman bangunan itu diperkirakan 100 meter. "Ini ukurannya lebih besar dari Candi Borobudur. Untuk sementara, kita bisa mengklaim bahwa ini bangunan prasejarah terbesar di dunia," katanya.

Ali Akbar menambahkan, hasil penelitian sementara dari aspek arkeologis yaitu bahwa situs ini bukan tempat tinggal, melainkan pemujaan utama terhadap kekuatan alam, yaitu roh di Gunung Gede-Pangrango. Pemujaan lainnya terhadap nenek moyang, yaitu roh di Gunung Karuhun. RUS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger