' SBY Datang, Hacker Jaringan Terorisme Disergap - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » SBY Datang, Hacker Jaringan Terorisme Disergap

SBY Datang, Hacker Jaringan Terorisme Disergap

Written By dodi on Friday, August 31, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Bersamaan dengan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kota Bandung-Jawa Barat, untuk menghadiri acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap seorang ahli Teknologi Informasi yang diduga anggota jaringan teroris MK (27) di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (30/8). MK, warga berkartu penduduk Kota Bandung, diamankan tanpa perlawanan saat berangkat kerja ke kantornya sekitar pukul 8.30 WIB. Setelah itu, polisi menggeledah rumahnya di Cluster Pawenang di Arcamanik.

Saat penggeledahan, tiga orang tetangga MK hadir menyaksikan bersama istri serta anaknya yang masih berusia dua tahun. Penggeledahan berlangsung pukul 12.30 dan rampung sekitar pukul 15.00. MK dibawa pergi dengan mobil hitam sementara anak dan istrinya masih ada di dalam rumah. Polisi juga menggeledah kantor perusahaan software di Jalan Golf 3 B4-26, Komplek PU Binamarga blok 4, Cisaranten Bina Harapan RT 3 nomor 10, Kecamatan Arcamanik, Bandung.

Dalam penggeledahan tersebut telah disita 1 buah CPU, 2 unit laptop, 1 STNK, BPKB mobil, mobil sedan Nissan, 2 handphone, 3 rekening Mandiri, 1 flash disk, 60 CD (Compact Disk). Selain itu, petugas Densus 88 juga menyita sebuah buku berjudul "Perang Akhir Zaman". Usai penggeledahan, MK pun langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani penyidikan lebih lanjut oleh tim Mabes Polri.

Pihak berwenang mengungkapkan, MK diduga sebagai hacker (peretas) dalam jaringan terorisme. Hacking tersebut dilakukan guna pendanaan aksi-aksi terorisme. "Tersangka terkait dengan kegiatan pendanaan jaringan teroris," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto, kemarin malam. Dikatakannya, MK merupakan seorang programmer di salah satu pengelolaan jasa informatika, yakni CV Jaga Data Infomatika.

Ia diduga kuat terkait dengan jaringan pendanaan teroris lainnya bersama Cahya Fitrianta yang ditangkap pada 17 Maret 2012 di sebuah hotel di Jalan Dewi Sartika, Bandung, dan Rizky Gunawan alias Umar alias Udin yang ditangkap pada 3 Mei 2012 di Stasiun Gambir, Jakarta. "Pengembangan berhasil diungkap dari tersangka di Medan beberapa yang lalu atas nama U dan C," lanjut Agus.

Rizky sendiri sebelumnya diketahui mendanai sejumlah aksi terorisme dengan membajak situs web multilevel marketing dalam negeri. Selama kurang lebih dua tahun, dia meraup keuntungan miliaran rupiah dengan meretas situs tersebut. Sejumlah aksi terorisme yang diduga didukung dengan dana tersebut di antaranya aksi peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton) di Tegalharjo, Jebres, Solo, pada 25 September 2011.

Dana hasil investasi online itu juga digunakannya untuk kegiatan pelatihan militer di Poso dan pembelian senjata api. Aset terakhir Rizky yang berada di Medan, Sumatera Utara, senilai hingga Rp 6 miliar telah disita oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Kamis (21/6/2012) lalu. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger