' Saksi Kunci Kasus Simulator SIM Diperiksa di Tahanan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Saksi Kunci Kasus Simulator SIM Diperiksa di Tahanan

Saksi Kunci Kasus Simulator SIM Diperiksa di Tahanan

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM


BANDUNG - Meski mendapatkan kecaman dari banyak pihak karena berebut wewenang dengan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK), Mabes Polri tetap melanjutkan penanganan kasus korupsi pengadaan alat simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Korps Lalulintas (Korlantas) Polri. Senin (13/8) sore, sebanyak empat penyidik dari Bareskrim Mabes Polri mendatangi Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung, untuk memeriksa Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S Bambang, yang disebut-sebut sebagai saksi kunci kasus simulator SIM tersebut.

Sebelumnya, Bambang yang berperan sebagai penyedia alat simulator sudah divonis hakim karena kasus tipu gelap. Dari pantauan wartawan, Senin sekitar pukul 17.00 WIB hingga malam sekitar pukul 20.00 WIB, empat penyidik yang dikirim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri masih berada di dalam Rutan. Para penyidik tersebut didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta penasihat hukum Bambang.

Dari pengakuan penasihat hukum Bambang, yakni. Erik S Paat, tim Mabes Polri sudah mendatangi Rutan Kebonwaru sekitar pukul 15.30 WIB. Tujuannya untuk melakukan penyidikan mengenai awal pertemuan dengan Budi Santoso. "Mereka (penyidik) memberikan pertannyaan-pertanyaan seputar kedekatan dan awal pertemuan dengan Budi Susanto dan Brigjen Didik Purnomo. Jadi belum ke pokok penyidikan," kata Erik di halaman Rutan Kebonwaru Bandung.

Menurut dia, kedatangan Mabes Polri didampingi oleh LPSK bukan ada maksud tertentu. Namun, sudah menjadi prosedur jika terdakwa harus didampingi. "Ini akan terus berlanjut hingga selesai," tutur dia seraya menambahkan, bahwa sebelumnya tim dari Mabes Polrri pernah mengajukan untuk menemui Bambang. Akan tetapi, pihaknya belum siap dengan alasan tidak ada surat keterangan resminya. 

"Kami tidak pernah diperintahkan surat dari Mabes. Kali ini mereka telah memperlihatkan surat dari penyidik langsung dari Mabes," kata dia. Hingga pukul 20.00 WIB para petugas kepolisian dan LPSE terlihat di halaman Rutan Kebonwaru. Belum bisa dipastikan apakah pemeriksaan kepada Bambang sudah usai atau belum.

Di lain pihak, kemarin siang, penyidik KPK memeriksa Intan Pardede sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian SIM. Hal tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi. Intan adalah Sekretaris Direktur PT Cipta Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto. Budi ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus simulator ujian SIM ini. 

Seusai diperiksa KPK, Intan banyak menjawab tidak tahu saat dicecar pertanyaan para pewarta. Wanita itu mengaku hanya mengantarkan akta perusahaan ke KPK. "Saya cuma antar akta saja," kata Intan sambil menunjukkan sebuah amplop besar warna cokelat. Menurut Intan, akta perusahaan tersebut menjelaskan kapan PT CMMA berdiri.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas  (Korlantas) Polri itu. Selain Budi, KPK menetapkan status tersangka terhadap mantan Kepala Korps Lalu Lintas Korlantas Polri, Irjen Djoko Susilo, Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen (Pol) Didik Purnomo selaku pejabat pembuat komitmen proyek, serta Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang. Keempatnya dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara atau keuntungan pihak lain.

Selain KPK, Polri juga menetapkan Didik, Budi, dan Sukotjo sebagai tersangka kasus yang sama. Selaku direktur PT CMMA, Budi dikenal dekat dengan Djoko. PT CMMA memenangkan tender proyek simulator ujian SIM pada 2011 senilai Rp 198,7 miliar. Dalam pelaksanaannya, PT CMMA membeli alat dari PT ITI yang dipimpin Sukotjo dengan harga jauh lebih murah, yakni sekitar Rp 83 miliar. Diduga ada aliran dana dari Budi ke Djoko senilai Rp 2 miliar terkait pengaturan proyek ini. HER/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger