' Saatnya Beralih Ke Gas Bumi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Saatnya Beralih Ke Gas Bumi

Saatnya Beralih Ke Gas Bumi

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM


Guna mengurangi ketergantungan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk rumah tangga dan sekaligus mengurangi beban subsidi BBM yang cukup besar, pemerintah melakukan program diversifikasi dan konservasi energi. Untuk merealisasikan program tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah melaksanakan kegiatan peralihan atau konservasi minyak tanah ke LPG berukuran 3 kg. Selain itu juga pada 2009 dimulai kegiatan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (city gas) di beberapa daerah yang dekat dengan sumber gas bumi atau dilalui oleh pipa transmisi gas bumi termasuk Kabupaten Bogor.

Program Pembangunan Jaringan Gas Bumi

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) telah menyusun road map pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga 2008-2014 yang mencakup 22 kota di seluruh Indonesia yang dananya bersumber dari APBN.

Sekalipun kegiatan ini merupakan kegiatan pemerintah pusat namum telah tercantum juga di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Bogor 2008-2013. “Kegiatan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dilaksanakan untuk mendukung misi Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas daerah yang berkualitas dan terintegrasi secara berkelanjutan” demikian ditegaskan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor Ir. H. Koesparmanto, CH, MM.

Pembangunan jaringan gas bumi atau gas alam merupakan arah kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur wilayah guna mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya lanjut Koesparmanto.

Gas Bumi Aman Bersih Hemat

Gas bumi yang disalurkan ke rumah tangga adalah gas bumi yang diperoleh dari kegiatan penambangan tanpa diproses lebih lanjut, tidak seperti LNG dan CNG (gas bumi dengan proses dimampatkan) atau LPG (gas bumi dengan proses pencairan). Kegiatan pembangunan jaringan pipa gas bumi ini layak menjadi alternatif pemakaian energi pengganti minyak tanah karena gas bumi relatif aman dikarenakan memiliki berat jenis lebih ringan dari berat jenis udara sehingga apabila terjadi kebocoran gas bumi akan segera menguap dan tidak memicu kebakaran. Selain itu tekanan pada gas bumi yang masuk ke rumah tangga sangat kecil sekali (sekitar 38 milibar) dibandingkan dengan tekanan pada tabung gas LPG (sekitar 7 bar). Hal ini juga mengurangi resiko terjadinya ledakan pada pipa gas bumi.

Selain itu keuntungan dari penggunaan gas bumi karena lebih ramah lingkungan dan bersih sehingga tidak meninggalkan bekas berwarna hitam di perabot masak. Harga berlangganan ditambah harga pemakaian gas bumi juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah. Gas bumi yang tersalurkan hingga ke kompor juga memberikan kepraktisan dibandingkan dengan penggunaan minyak tanah atau gas dalam tabung.

Lokasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi

Ditjen Migas sejak 2009 telah melaksanakan pembangunan jaringan pipa gas bumi di beberapa kota seperti Surabaya, Palembang, Depok, Bekasi, Tarakan dan Sidoarjo. Pada 2012 Kabupaten Bogor akan segera memiliki jaringan gas bumi bagi rumah tangga ini bersamaan dengan Bontang-Kaltim, Sengkang-Sulsel, Bekasi-Jabar dan Sidoarjo-Jatim (lanjutan) serta rumah susun di Jakarta, Bogor dan Tangerang.

Lokasi pembangunan jaringan gas ini dilaksanakan di Kota Cibinong yang meliputi Kelurahan Tengah, Kelurahan Sukahati dan Kelurahan Pakansari dengan total jumlah sambungan rumah sebanyak 4000. Saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan perencanaan berupa Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design for Construction (DEDC) sebagai bahan untuk pelaksanaan konstruksi yang direncakanan pada 2010. Dalam perencanaan ini juga dilakukan survey minat terhadap calon konsumen yang akan dilayani.

Tahapan Pembangunan Jaringan Pipa Distribusi Gas Bumi

Pekerjaan pembangunan jaringan pipa gas bumi direncanakan membutuhkan waktu sembilan hingga dua belas bulan pada tahun 2012 dengan melalui tahapan sebagai berikut :

Tahap 1, pembangunan jaringan pipa gas bumi dimulai dengan pemasangan pipa distribusi yang melalui jalan-jalan utama sampai jalan-jalan di depan rumah masyarakat. Dalam pekerjaan ini akan dilakukan : penggalian (pemotongan atau pembongkaran aspal atau paving beton), pngelaran dan penyambungan pipa, penimbunan, pemerataan dan pemadatan serta pengaspalan atau pemasangan paving beton kembali seperti sebelum digali.

Tahap 2, pembangunan satu unit metering regulating system atau meter regulator system (MRS) dan beberapa regulator sector (RS). MRS dan RS berfungsi untuk mengatur tekanan gas yang akan melewati jaringan pipa distribusi hingga mencapai tekanan yang ideal pada konsumen rumah tangga. Gas yang masuk ke MRS direncakan berasal dari pipa transmisi milik PT. PGN yang berada di Jl. Raya Jakart-Bogor tepatnya dipersimpangan Jl. Tegar Beriman.

Tahap 3, pemasangan meteran gas bumi yang letaknya di halaman rumah masing-masing konsumen. Disarankan meteran tidak diletakkan dekat dengan sumber api (tempat sampah), sumber listrik (meteran listrik), sumber panas (knalpot mobil/motor) serta sebaiknya juga terlindung dari panas dan hujan.

Tahap 4, tahap akhir adalah pemasangan instalasi pipa gas bumi dari meteran gas bumi ke dapur. Agar tidak membahayakan, sebaiknya dipilih jalur pemasangan pipa gas bumi yang tidak mudah terinjak atau tersandung tapi mudah terlihat atau terpantau. Tidak disarankan diletakkan di loteng karena sulit pemeliharaannya dan jika terjadi kerusakan perbaikannya pun tidak mudah.

Pembangunan Jaringan Pipa Gas Bumi Mengutamakan Aspek Keselamatan Dan Kemanan

Sebelum digunakan oleh masyarakat, dilakukan pengujian jaringan pipa gas bumi untuk mengetahui dan memastikan bahwa pipa tidak mengalami kebocoran dan aman.
Tekanan gas bumi yang disalurkan ke rumah-rumah bertekanan sangat rendah (35milibar). MRS,  RS serta meteran gas berfungsi menurunkan tekanan gas. Karenanya jika menggunakan kompor LPG, maka lubang spuyer pada kompor gas harus diperbesar agar nyala api keluar sempurna. Penyesuaian ini akan dilakukan oleh petugas, pelanggan tidak diperbolehkan mengubah atau melakukannya sendiri.
Sifat dasar gas bumi sesungguhnya tidak berbau.Oleh karena itu gas bumi diberi pembau (odorant) seperti bau gas LPG agar masyarakat bisa membedakan jika terjadi kebocoran.

Selain itu pada MRS dipasang alat yang disebut gas detector. Jika terjadi kebocoran alat ini akan menunjukkan indikasi kebocoran dan petugas jaga MRS akan segera mengetahuinya. | Tim DESDM | ADVERTORIAL
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger