' RSUD Pemkab Purwakarta Tolak Warga Pengguna Jamsostek - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » RSUD Pemkab Purwakarta Tolak Warga Pengguna Jamsostek

RSUD Pemkab Purwakarta Tolak Warga Pengguna Jamsostek

Written By dodi on Friday, August 31, 2012 | 8:00 AM

PURWAKARTA - Kalangan masyarakat di Kabupaten Purwakarta merasa prihatin atas kejadian penolakan terhadap para warga tak mampu yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Dimana, klaim asuransi kesehatan warga Purwakarta yang dikelola PT Jamsostek, belum dibayarkan pemkab setempat. Akibatnya, warga kesulitan untuk berobat ke RSUD Bayu Asih. Bahkan, pengelola RSUD menolak pasien yang menggunakan Jamsostek milik Pemkab Purwakarta.

Kepada wartawan, kemarin, salah satu Ketua Rukun Tetangga (RT) Dadan Hamdani (46),  mengatakan RSUD Bayu Asih menolak pasien Jamsostek milik pemkab sebab klaimnya belum dibayar. Klaim yang sudah dibayarkan baru dua bulan, yaitu Januari hingga Februari. Namun, sejak bulan tiga sampai delapan ini, klaim tersebut belum juga cair. Akibatnya, rumah sakit menghentikan pelayanan bagi pasien pemegang kartu Jamsostek pemkab. "Katanya dijamin asuransi, tapi pasiennya ditolak," ujar Dadan.

Dikatakan Dadan, kondisi ini jelas membingungkan terutama bagi masyarakat dari kategori tidak mampu. Sebab, pemkab menjamin seluruh warga akan diasuransikan, karena itu program Jamskesda dihilangkan. Saat ini Jamkesda sudah dihapus, namun warga yang hendak berobat menggunakan kartu Jamsostek justru mendapatkan penolakan.

Anehnya, RSUD Bayu Asih sendiri ternyata tak memiliki data peserta Jamsostek pekerja sosial dan informal. Direktur RSUD Bayu Asih Agung Darwis mengatakan pihaknya tidak ingin membeda-bedakan pasien. Siapapun yang berobat, baik menggunakan kartu Askes, Jamsostek, maupun kartu asuransi lainnya akan tetap dilayani. Begitu pula peserta Jamsostek pekerja sosial dan informal. "Karena itu, kami tak punya data riilnya," ujar dia.

Setiap pasien yang kesehatannya sudah dijamin pihak asuransi, bisa langsung berobat tanpa harus mengecek terlebih dahulu, dari kalangan mana. Jadi, tambah Agung, tidak ada pemisahan antara peserta dari kalangan pekerja informal dan sosial, maupun jenis tanggungan asuransi lainnya. Apalagi, tugas dari RSUD hanya sekadar memberikan pelayanan kepada pasien.

Jika saat mengurus administrasi, petugas RSUD mendata dari kalangan mana, maka akan memakan waktu yang cukup lama. Hal itu, tidak efektif dan efisien. Dengan begitu, berapapun warga yang diasuransikan oleh Jamsotek, tetap akan dilayani. Asalkan, klaimnya sudah dibayarkan. "Bila belum dibayar, kami setop dulu pelayanannya. Pasien akan dialihkan ke golongan umum," jelasnya seraya menegaskan tidak semua penyakit pasien ditanggung asuransi, terutama untuk penyakit berat, seperti tumor atau kanker yang memerlukan biaya pengobatan cukup tinggi. Tanggungan hanya diberikan untuk penyakit-penyakit sedang dan ringan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Purwakarta Alfi Gumelar mengatakan urusan klaim asuransi sudah ada kesepakatan antara pemkab dengan PT Jamsostek. Jadi, pasien yang menggunakan kartu tersebut tetap bisa dilayani di RSUD ataupun rumah sakit yang melayani peserta Jamsostek. "Pasien asuransi pemkab tetap bisa dilayani," ujar dia.

Hal itu dengan catatan, bila mereka belum memiliki kartu, harus meminta formulir pengganti dulu ke PT Jamsostek. Selain itu, harus ada rujukan dari Puskesmas setempat. Dengan kedua persyaratan itu, pasien tidak boleh ditolak rumah sakit. Pasalnya, pemkab dengan Jamsostek tetap akan membayarkan klaimnya. Formulir pengganti itu, berlaku bagi peserta asuransi dari pekerja sosial dan informal. INC/YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger