' RSUD Ciamis Lumpuh Total Akibat THR 100 Ribu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » RSUD Ciamis Lumpuh Total Akibat THR 100 Ribu

RSUD Ciamis Lumpuh Total Akibat THR 100 Ribu

Written By dodi on Thursday, August 16, 2012 | 8:00 AM

CIAMIS - Akibat Tunjangan Hari Raya (THR) hanya sebesar Rp 100 ribu, pelayanan terhadap ratusan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, Rabu (15/8) lumpuh total. THR yang sangat minim itu menadi pemicu mogok kerja 600 pegawai RSUD Ciamis yang berdampak pada operasional RSUD secara keseluruhan. Uniknya, yang mogok kerja tak hanya perawat dan pegawai rendahan, para dokter pun melakukan aksi mogok kerja di halaman RSUD Ciamis.

“Aksi yang kami lakukan ini memang membuat pelayanan di rumah sakit lumpuh total, tapi mau bagaimana lagi, karena ini bentuk kekecewaan kami terhadap pihak RSUD Ciamis,” ujar salah seorang dokter yang minta dirahasiakan namanya, kepada wartawan di halaman parkir RSUD Ciamis, Rabu (15/8). Dia mengatakan pembagian insentif atau uang tunjangan hari raya (THR) yang diberikan pihak rumah sakit kepada karyawan dianggap tidak adil.

"Unjuk rasa karyawan ini merupakan bentuk kekesalan kami terhadap direktur rumah sakit yang dianggap tidak adil dalam pembagian uang insentif yang setiap tahunnya dibagikan menjelang hari raya. Pasalnya, uang insentif yang kami terima tidak sebanding dengan kinerja kami. Kami akan terus melakukan aksi mogok kerja hingga permintaan kami dipenuhi oleh pihak RSUD Ciamis,” ancam dokter lainnya.

Tak pelak, gara-gara karyawan RSUD Ciamis melakukan aksi mogok kerja, ratusan pasien di rumah sakit tersebut telantar. Salah seorang pasien, Neni warga asal Desa Cigayam Kecamatan Banjarsari mengeluhkan dengan adanya aksi mogok kerja tersebut.
"Saya niatnya mau berobat, tapi saat tiba ke sini (RSUD) sekitar pukul 08.00 WIB tadi, semua karyawan RSUD malah mogok kerja,” keluhnya kepada wartawan saat menunggu di loket pendaftaran RSUD Ciamis.

Neni menilai aksi yang dilakukan oleh ratusan karyawan itu, membuat dirinya merasa disepelekan oleh pihak rumah sakit. "Aksi ini membuat kami selaku pasien merasa disepelekan, pasalnya aksi yang mereka lakukan tidak ada pemberitahuan kepada pasien dan warga yang hendak berobat, ditambah tidak adanya kejelasan kapan mau di buka lagi pelayanan RSUD Ciamis untuk pasien. Kan kasihan yang sakit,” pungkasnya.

Seorang pegawai di bidang administrasi menyebutkan, yang melakukan aksi mogok kerja sebagian besar merupakan karyawan di bagian pelayanan teknis. "Kami menilai besaran uang itu tak sesuai dengan kinerja kami. Kami pun akan terus menuntut keadilan pembagian uang intensif. Dan kejadian serupa ini telah terjadi tiga kali. Namun, tak ada kejelasan mengenai aksi protes kami ini,” kata pegawai tersebut.

Terkait aksi tersebut, Direktur RSUD Ciamis Widyaningsih Notomuliono mengatakan pihaknya sangat menyesalkan atas aksi mogok kerja yang dilakukan para tenaga teknis. ”Saya menyesalkan dengan aksi demo tersebut, apalagi hingga membuat ratusan pasien telantar,” ujarnya. “Saya berharap, para tenaga teknis itu bisa kembali bekerja, sementara untuk persoalan tersebut akan kami bahas di tingkat manajemen untuk menjadi pertimbangan” tambahnya.

Menurutnya, dalam setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama, bukan dengan cara demo. ”Setiap persoalan pasti bisa diselesaikan dengan cara dialog atau musyawarah, bukan dengan cara berdemo. Apalagi aksi tersebut sehingga merugikan orang lain, yakni pasien yang tidak bisa mendapatkan pelayanan,” pungkasnya.WAN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger