' Rektor ITB: Perlu Dikaji Pembentukan Pusat Inovasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Rektor ITB: Perlu Dikaji Pembentukan Pusat Inovasi

Rektor ITB: Perlu Dikaji Pembentukan Pusat Inovasi

Written By dodi on Thursday, August 9, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Akhmaloka, mengungkapkan bahwa kampusnya kini tengah mengkaji pembentukan pusat inovasi sebagai jembatan antara peneliti di lingkungan akademik, industri, dan perwakilan pemerintah.  Dijelaskannya, pusat inovasi ditujukan sebagai wadah yang akan menghasilkan kolaborasi sinergis antara dunia akademik, industri, dan pemerintah.

"Kami coba memikirkan mungkin tidak di ITB ada pusat untuk inovasi yang kemudian juga ada industri, akademisi, bisa juga dari pemerintah. Tidak mesti pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah," kata Akhmaloka dalam keterangan persnya, kemarin. Menurut dia, akademisi tidak bisa sendirian untuk menghasilkan inovasi tanpa kerja sama dengan industri dan pemerintah. Penelitian dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan penelitian, namun untuk perbaikan kehidupan manusia.

Dalam pusat inovasi yang mempertemukan tiga unsur tersebut, Akhmaloka yang juga Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 ini meyakini kepentingan industri yang mengutamakan keuntungan dan idealisme akademisi untuk menciptakan sesuatu demi perbaikan kehidupan masyarakat bisa dipertemukan melalui peran pemerintah sebagai regulator.

Di lain pihak, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menyatakan kalangan industri pada beberapa pertemuan antara peneliti dan industri yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi sebenarnya menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dengan pusat-pusat penelitian dan universitas. "Bagi mereka yang penting jaminan dan kepastian, itu yang mereka inginkan," ujarnya.

Para peneliti, lanjut Gusti, sebaliknya juga berupaya terus-menerus memperbaiki hasil inovasi mereka agar selain membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat juga memiliki prospek pasar yang bagus. Untuk mempertemukan kalangan peneliti dan industri, Gusti mengatakan bahwa saat ini Kementerian Riset dan Teknologi telah memiliki pusat bisnis dan inovasi yang secara berkala menggelar pertemuan antara peneliti dan dunia industri.

Menurutnya, dalam membangun kolaborasi tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi menitikberatkan pada tiga jenis iptek, yaitu peningkatan produktivitas, pelayanan, dan perlindungan. "Dalam pertemuan antara peneliti dan industri, produk-produk apa yang dihasilkan para inventor itu langsung ditawarkan kepada industri-industri, mana yang dia tertarik itu kita dukung terus supaya diproduksi," pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger