' Proyek Bendung Karet Tawangsari Diduga Sarat KKN - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Proyek Bendung Karet Tawangsari Diduga Sarat KKN

Proyek Bendung Karet Tawangsari Diduga Sarat KKN

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

KAB.CIREBON, (LJ) – Tender peningkatan Bendung Karet Tawangsari kabupaten Cirebon dengan nilai kontrak Rp 4.712.088.000 bersumber dari APBN tahun 2011, diduga sarat KKN. Sebab proyek yang dikerjakan oleh PT. Minarta Duta Utama Jl. Veteran selatan No. 42 Makasar dengan Nomor Kontrak : KU.08.08/At-3/07/11/01-07/2011, disinyalir telah merugikan keuangan Negara.

Pasalnya  kegiatan yang dilaksanan oleh pihak kontraktor tidak sesuai dengan bestek dan RAB serta melanggar ketentuan pedoman kepres 54 tahun 2010 tetang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sehingga pada awal dan pertenggan tahun 2012 bendung tersebut rusak atau robek kembali, berarti dalam satu tahun sudah dua kali rusak. Demikian diungkap Rohendi Ketua LSM Bela Masyarakat Wilayah Cirebon Timur (BNW City) kepada wartawan, kemarin.

Proyek Bendung Karet Tawangsari merupakan program Kegiatan Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air SNVT pelaksanaan jaringan sumber daya air cimanuk-cisanggarng (BBWS-CC) melalui pejabat pembuat komitmen (PPK) 11 bidang penyedia air baku, yang pelaksanaannya dilakukan melalui lelang yang diumumkan melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) maupun media cetak pada tahun 2011.

Dalam perjalannya, proyek tersebut saat ini kondisinya sudah tidak berfungsi (karena jebol).Rendahnya kualitas pembangunan proyek, disinyalir adanya permainan para oknum. "Kami menduga kuat adanya pratek KKN yang dilakukan oleh oknum pejabat BBWS CC dan Kami menduga adanya kongkalikong antar konsultan, kontraktor serta PPK 11 dalam peningkatan bendung karet tersebut. Pasalnya dalam proses awal pelaksanaan kegiatan dianggap tidak sempurna dikarenakan adanya pemangkasan anggaran sehingga terjadi pengurangan volume pekerjaan dan hasilnya tidak maksimal. “ kata pria berkumis ini.

Untuk itu,dia meminta kepada pihak aparat penegak hukum agar segera melakukan cek langsung dilapangan. "Penegak hukum harus melakukan pengecekan di lapangan, apakah dalam proyek ini memang ada dugaan KKN yang merugikan keuangan negara, dengan begti, petugas tidak sekedar mendapat informasi dari pihak ketiga atau informasi "katanya", ” tegas dia.

Dia menambahkan Hal ini patut menjadi bahan awal penyidikan aparat penegak hukum untuk mengusut  indikasi kerugian keuangan negara terkait Proyek Peningkatan Bendung Karet Tawangsari Kab. Cirebon tahun Anggaran 2011, demi mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, serta penyelamatan uang Negara .

Sementara pejabat pembuat komitmen 11 saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan peningkatan bendung karet Tawasari kabupaten Cirebon, tidak berada diruang kerjanya. * pip/gyo (C12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger