' Polisi Periksa Kepala Kantor Kemenag Cianjur Terkait Proyek - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Polisi Periksa Kepala Kantor Kemenag Cianjur Terkait Proyek

Polisi Periksa Kepala Kantor Kemenag Cianjur Terkait Proyek

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM



CIANJUR - Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cianjur, Senin (13/8), akhirnya memeriksa Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Cianjur Abu Bakar terkait kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan study center Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet. Proyek yang mengalami perpanjangan masa pengerjaan dua kali itu menelan dana APBD Rp 4,5 miliar.

Abu dimintai keterangannya oleh tim penyidik Polres selama 30 menit lebih. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan, pembangunan study center MAN Pacet sempat mengalami perpanjangan hingga dua kali. Namun demikian, pembangunan masih tetap saja belum rampung. Berlarut-larutnya pekerjaan pembangunan study center MAN Pacet itu diduga tidak terlepas akibat adanya persoalan yang mengimpit pihak rekanan PT Jo and Ro.

Kepala Unit II Tipikor Polres Cianjur Iptu Sepuh enggan membeberkan lebih detail pemanggilan terhadap Kakemenag Kabupaten Cianjur itu dengan alasan kasusnya masih dalam proses penyelidikan. "Kita melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan (Kakemenag Kabupaten Cianjur) untuk meminta keterangannya. Penyelidikan kasus ini berawal adanya laporan pengaduan masyarakat," kata Sepuh kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Senin (13/8).

Di lain pihak, Abu Bakar mengaku hanya diminta keterangan pelaksanaan pembangunan MAN Pacet. Dia dimintai keterangannya untuk menjelaskan posisi Kementerian Agama dalam konteks pengelolaan keuangan. "Saya jelaskan bahwa posisi kita sejajar, dimana saya sebagai pimpinan satuan kerja dan pimpinan MAN Pacet pun demikian pula sebagai satuan kerja yang pertanggungjawabannya sama-sama ke Menteri," terang Abu kepada wartawan.

Abu juga mengaku informasi yang diketahuinya dalam kasus itu lantaran pihak rekanan memiliki banyak utang ke pihak suplier meskipun pembangunannya masih terus berjalan. "Nah mungkin itu yang jadi inti permasalahannya, kantor Kemenag Cianjur juga masih melakukan pendalaman informasi soal pihak rekanan yang kemungkinan tidak mengerjakan proyek sesuai dengan ketentuan," pungkas Abu. RUS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger