' Perum Bulog Harus Jadi Stabilitor Harga Komoditi Pangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Perum Bulog Harus Jadi Stabilitor Harga Komoditi Pangan

Perum Bulog Harus Jadi Stabilitor Harga Komoditi Pangan

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Rencana Perum Bulog menjadi stabilisator harga komoditi seperti daging sapi mendapatkan sambutan positif dari kalangan industri olahan daging di tanah air. Apalagi, Presiden SBY telah memutuskan Bulog bisa berperan untuk lima komoditas antara lain beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi.

"Kalau dari sisi industri diberikan kuota khusus (impor), kalau melalui Bulog buat kita tak masalah. Asal tak mengambil untung setinggi-tingginya. Tapi kita mau lihat mekanismenya seperti apa. Memang Bulog harus punya peranan agar daging tak dibebaskan ke mekanisme pasar," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/Nampa) Haniwar Syarif kepada wartawan, Selasa (7/8).

Haniwar mengatakan saat ini memang sudah seharusnya ada lembaga khusus yang bisa mengendalikan harga daging sapi yang selama ini dilepas ke mekanisme pasar. Bagi industri kestabilan harga daging sangat penting. "Kalau dilepas ke pedagang ada unsur hanya kejar untung, kita memang harus memperhatian konsumen maupun produsen agar tak ada lonjakan harga daging. Saya setuju Bulog diberikan peran. Cuma bagaimana persisnya batasnya agar tak merusak pasar," katanya.

Ia mengingatkan jika Bulog nanti sudah memiliki kewenangan mengendalikan harga dan stok daging termasuk mengimpor daging sapi, maka Bulog harus mengambil peran yang murni untuk kepentingan publik. Jangan hanya menguntungkan korporasi. "Sisi bisnisnnya kalau punya hak dipegag nggak apa-apa. Cuma implementasinya jangan Bulog jadi kartel," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan menugaskan kembali Perum Bulog sebagai stabilisator harga 5 komoditas kebutuhan pokok. Hal ini agar tidak terulang kejadian kenaikan harga kedelai hingga melonjak 100%.
"Benar 4 tahun lalu kita punya masalah dengan kenaikan harga kedelai dan minyak goreng, saat ini hampir sama kejadiannya harga kedelai naik, untuk mengantisipasi kejadian tersebut tidak terulang kembali, saya sudah putuskan, final kita tugaskan kembali Bulog untuk stabilitas harga pangan," kata Presiden.

Dikatakan SBY, dalam waktu dekat sudah diputuskan final peran Bulog khususnya untuk 5 Komoditas Pangan yakni Beras, Jagung, Kedelai, gula dan daging sapi. "Saat ini tinggal diumumkan strukturnya nanti seperti apa, misi dan peran pekerjaan Bulog nantinya setelah direvitalisasi," tandasnya.

SBY juga menekankan kepada 5 komoditas tersebut harus dapat mandiri (tidak impor) dengan menekankan prinsip ketahanan pangan dalam negeri. "5 komoditas tersebut harus mandiri dalam mendukung upaya ketahanan pangan. Namun ada kalanya ketika kekurangan kita harus impor namun hal tersebut tidak jadi masalah, seperti China dimana dia impor 60% produksi kedelai dari Amerika Serikat padahal lahan mereka luas, itu pilihan, tapi pilihan saya bagaimana kita bisa mandiri dalam hal ketahanan pangan kita," tandasnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger