' Penjualan Buku LKS Disdik Dituding Tutup Mata - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Penjualan Buku LKS Disdik Dituding Tutup Mata

Penjualan Buku LKS Disdik Dituding Tutup Mata

Written By dodi on Thursday, August 9, 2012 | 8:00 AM

Kota Cirebon (LJ)- Maraknya peredaran buku Lembar kerja Siswa ( LKS ) di sekolah-sekolah Menengah Pertama dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon terkesan dibiarkan. Pasalnya, meski para orangtua siswa keberatan dan menjerit karena setiap enam bulan sekali (persemester) dipaksa mengeluarkan duit hingga ratusan ribu untuk membeli LKS, hingga saat ini belum ada tindakan dari dinas terkait.
Informasi yang didapat Lingkar Jabar, pembelian LKS yang harus dibayar orangtua siswa setiap enam bulan itu sebanyak 16 buku, dengan harga yang sudah dipatok sekolah sebesar Rp.8.500 persatu LKS. Bahkan seringkali para orang tua siswa mengadukan hal tersebut ke dinas terkait.
Menanggapi persoalan itu, Disdik Kota Cirebon melalui kasie kurikulum, Suteja mengakui mengetahui adanya peredaran penjualan buku LKS yang dilakukan sekolah kepada orangtua siswa. Iapun menjelaskan, idealnya LKS yang benar itu di buat guru mata pelajaran di sekolah masing-masing, bukan dibuat atau dicetak penerbit.Sebab, lanjutnya, pembuatan LKS merupakan salah satu tugas utama bagi guru yang bersumber dari buku paket atau BSE ( buku sekolah elektronik).
 "Walaupun begitu, kami tidak dapat berbuat banyak kerena itu sudah menjadi hak otonomi sekolah," jelasnya kepada Lingkar Jabar, kemarin.
Suteja mengungkapkan, salah satu penyebab maraknya penjualan buku LKS, lebih kepada ketidakmampuan guru di sekolah dalam membuat lembar kerja siswa seperti yang ada dalam rencana program pengajaran ( RPP ), sehingga harus bergantung pada penerbit. "Kami mengakui apabila kualitas sumber daya manusia guru yang ada diwilayah Kota Cirebon masih minim. Hal itu terlihat saat uji sertifikasi yang di laksanakan, ternyata hanya berapa persen saja yang lulus ujian dan mendapat nilai di atas rata-rata, dan selebihnya sekitar 90 % gagal dalam ujian sertifikasi," akunya.
Disisi lain lanjut Suteja, anggaran yang tersedia dari BOS, mulai Bos reguler, BOS Propinsi maupun BOS kota masih belum mampu membiayai pengadaan buku-buku LKS tersebut, sehingga masih dibebankan kepada orangtua siswa.
 "Mungkin kedepan kami akan berupaya memasukan anggaran pengadaan buku LKS melalui BOS APBD Kota Cirebon, dengan begitu tak ada lagi sekolah yang melakukan penjualan buku LKS terhadap orangyua siswa," tukasnya. Was /Nan ( C.12 )
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger