' Pendidikan Pancasila Penting untuk Mempererat Kesatuan Bangsa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pendidikan Pancasila Penting untuk Mempererat Kesatuan Bangsa

Pendidikan Pancasila Penting untuk Mempererat Kesatuan Bangsa

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Chairil Anwar Notodiputro, menjanjikan Pendidikan Pancasila akan mendapatkan perhatian lebih besar pada kerangka dasar kurikulum pendidikan nasional. Kurikulum pendidikan yang baru itu akan mulai berlaku pada tahun 2013 mendatang.

Dijelaskannya, Pendidikan Pancasila akan ditonjolkan lebih eksplisit pada kurikulum pendidikan yang baru. Selama ini, kata dia, mata pelajaran itu dinilai tertutupi dan kurang menonjol karena digabung dengan mata pelajaran lainnya yakni, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. "Pendidikan Pancasila akan lebih eksplisit ditekankan, sebelumnya agak tertutupi tapi nanti tidak," kata Chairil kepada wartawan, Selasa (28/8).

Mata pelajaran Pendidikan Pancasila mendapatkan kritik keras dari banyak pihak. Setelah digabung bersama Pendidikan Kewarganegaraan, subtansi mata pelajaran itu dinilai tidak memberikan efek besar pada rasa nasionalisme dan pembentukan karakter peserta didik. Pemerintah pun didesak untuk melakukan evaluasi pada kurikulum pendidikan nasional.

Terakhir, evaluasi itu telah selesai dilakukan dan melahirkan draf naskah kerangka dasar kurikulum pendidikan nasional. Draf tersebut memberikan porsi besar pada empat mata pelajaran karena dinilai mampu mempererat kesatuan bangsa yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Matematika.

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah juga membentuk tim independen untuk mengevaluasi dan mempertajam draf tersebut. Selain dari lingkaran Kemdikbud yang diwakili oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, pakar dari perguruan tinggi juga direkrut untuk terlibat di dalamnya.

Sebelumnya, organisasi Sekolah Tanpa batas dan Koalisi Pendidikan menegaskan bahwa Pendidikan Pancasila dipandang perlu untuk kembali dimasukkan dalam kurikulum nasional demi mempersiapkan anak didik menjadi warga negara dewasa yang bertanggung jawab, aktif, dan berani berinisiatif, memperkokoh keberagaman, menegakkan kedaulatan rakyat, dan memperjuangkan keadilan sosial. Tapi, mesti dikawal bersama agar pendidikan Pancasila tidak menjadi alat hegemonik kekuasaan seperti yang terjadi pada masa orde baru.

Aktivis Sekolah Tanpa Batas, Bambang Wisudo mengatakan, nilai-nilai Pancasila penting dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dasar hingga tinggi. "Konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan jangan sekadar mengetahui dan menguasai materi saja, tapi harus pada melakukan dan mempraktikkan nilai ideologi tersebut," ucapnya.

Metode pembelajarannya, kata dia, juga harus mengedepankan dialog, pelibatan siswa, dan pemecahan masalah. Menurutnya, pendekatan pembelajaran tersebut sangat penting sebagai upaya untuk membangun kesadaran kritis anak didik dan masyarakat secara luas.

Selain itu, ia menyampaikan, seyogianya pelajaran nilai-nilai Pancasila terangkum dalam kurikulum yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Dengan demikian, mata pelajaran Pancasila tidak hanya menjadi tanggungjawab guru pengampu mata pelajaran tersebut, tapi juga semua guru. "Guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perlu diberdayakan bukan hanya memberikan pelatihan-pelatihan administratif dan metode mengajar, tetapi juga memperkuat otoritas profesional guru," pungkasnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger