' Pemprov Jabar Kebut Pembebasan Lahan Bandara Kertajati - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemprov Jabar Kebut Pembebasan Lahan Bandara Kertajati

Pemprov Jabar Kebut Pembebasan Lahan Bandara Kertajati

Written By dodi on Friday, August 10, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka-Jawa Barat, terus berlanjut. Dan sampai saat ini, pembebasan lahan bandara yang diproyeksikan menjadi bandara terbesar di pulau Jawa ini telah mencapai 650 hektare dari yang direncanakan seluas 900 hektar. Untuk mempercepat pembangunan BIJB, Pemprov Jabar pun mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat.

"Luas lahan yang sudah dibebaskan hingga saat ini mencapai 650 hektare dengan dana Rp400 miliar," ujar Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf kepada wartawan, Kamis (9/8). Mantan aktor laga di dekade 90-an ini, menjelaskan lahan tersebut sudah cukup untuk membangunan sebuah bandara bertaraf internasional dan termegah, jika dibandingkan Bandara Adisupito Yogyakarta yang hanya seluas 600 hektare.

Untuk itu, pihaknya meminta bantuan dan peran aktif pemerintah pusat agar pembangunan Kertajati bisa dipercepat. Pemprov juga akan terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat tentang kebutuhan Jabar terhadap sebuah bandara. "Kebutuhan Jabar terhadap sebuah bandara sudah sangat mendesak terutama bagi jemaah haji. Sebab, bandara Cengkareng sudah overload karena saat ini penumpangnya mencapai 20 juta atau melebihi dari kapasitas sesungguhnya yang hanya 14 juta," jelasnya.

Menurutnya lagi, Bandara Kertajati akan memiliki banyak manfaat terutama untuk meningkatkan ekonomi dan pengembangan wilayah bagi Majalengka, Kuningan dan daerah sekitarnya. "Selain itu, bandara ini pun bisa menjadi pengganti bagi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, yang sudah kewalahan melayani kedatangan penumpang dari luar Jabar," ucap politisi Partai Demokrat yang berencana untuk maju dalam Pilgub 2013 ini.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Majalengka Sutrisno menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan mendorong penuh pembangunan BIJB dengan menempatkan prioritas pembangunannya setelah Kualanamo, Sumatra Utara. “Ada rencana pengambilalihan pembangunan BIJB oleh Pemerintah Pusat. Dengan demikian Pemerintah Pusat berupaya mendorong penuh pembangunan bandara ini,” ungkap Sutrisno beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi telah meminta seluruh dokumen mengenai Bandara Internasional Jawa Barat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu menunjukan semakin seriusnya pemerintah pusat untuk menangani pembangunan BIJB. “Salinan keputusan penetapan lokasi, rencana induk bandar udara, bukti penguasaan tanah, pertimbangan teknis dari Gubernur sebagai tugas dekonsentrasi, dokumen rancangan teknis bandar udara yang meliputi rancangan awal dan rancangan teknis terinci sesuai dengan standar yang berlaku,"

Kemudian, lanjut Sutrisno, dokumen yang diminta Kemenhub lainnya adalah studi analisis mengenai dampak lingkungan, masterplan, dokumen teknik, bisnis plan dan lain-lain yang keseluruhannya telah diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. Ke depan, informasinya Pemerintah Pusat akan mengalokasikan kembali anggarannya untuk pembangunan fisik sisi udara karena sisi darat meliputi terminal, apron, areal parkir dimungkinkan akan kerjasama dengan pihak swasta. “Walapun belum jelas nilainya, APBN murni katanya akan mengalokasikan kembali anggaran untuk BIJB,” kata Sutrisno. FER/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger