' Pemerintah Tegaskan Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Bukan Ancaman - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Pemerintah Tegaskan Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Bukan Ancaman

Pemerintah Tegaskan Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Bukan Ancaman

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Menyusul adanya kegelisahan dan kerisauan dari kalangan pengelola Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkait dengan rencana Pemerintah membolehkan perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau agar seluruh pengelola PTS dan pihak lainnya untuk bersikap tenang dan tidak takut. Sebab pemerintah juga sudah mengantisipasi dampak buruk kehadiran perguruan tinggi asing melalui peraturan perundang-undangan.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud, Illa Sailah, mengimbau semua pihak untuk tidak risau dan merasa terancam dengan kemungkinan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia.
Kerisauan berpotensi muncul pasca-disahkannya Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) pertengahan Juli lalu.

UU Dikti ini menjadi payung hukum yang melegalkan perguruan tinggi asing menyelenggarakan pendidikan tinggi di Indonesia. "Tidak perlu risau, semua sudah diatur oleh Undang-Undang," kata Illah dalam keterangan persnya, kemarin. Illa pun menyampaikan, ekspansi perguruan tinggi asing ke Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi tanpa perlu menggerus budaya dan nasionalisme mahasiswa Indonesia di dalamnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menegaskan, perguruan tinggi asing diizinkan menyelenggarakan pendidikan di Indonesia dengan catatan bersedia memenuhi aturan main yang tercantum dalam UU Dikti. UU tersebut menekankan pada status akreditasi perguruan tinggi yang akan masuk ke Indonesia. Hanya perguruan tinggi asing dengan mutu baik yang diizinkan.

Selanjutnya, UU Dikti juga mewajibkan setiap perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia untuk berbasis nirlaba dan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi Indonesia. Dalam waktu dekat, Mendikbud juga akan mengeluarkan Permendikbud yang mengatur lokasi perguruan tinggi asing beroperasi dan program studi yang dapat diselenggarakan.

Perguruan tinggi asing tidak bisa seenaknya membuka kelas karena ada wilayah dan jurusan tertentu. Misalnya, program studi yang belum bisa tersedia di Indonesia atau program studi yang memerlukan investasi besar. Mengenai bahasa pengantar, UU Dikti secara tegas mengatur bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pendidikan tinggi. Selanjutnya, bahasa daerah dan bahasa asing hanya dapat digunakan untuk mendukung mata kuliah tertentu. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger