' Pemerintah Alokasikan Rp 25 Triliun untuk BPJS Kesehatan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemerintah Alokasikan Rp 25 Triliun untuk BPJS Kesehatan

Pemerintah Alokasikan Rp 25 Triliun untuk BPJS Kesehatan

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintah berencana mengalokasikan Rp 25 triliun untuk investasi awal bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan. Hal itu, bertujuan untuk menjamin seluruh rakyat. khususnya dari kalangan tak mampu di tanah air, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

"Kita siapkan sungguh-sungguh. Investasi awal cukup besar, tetapi ini akan mengubah banyak hal. Saya minta Menkeu menyiapkan dananya, barangkali inves awal lebih Rp 25 triliun. Tidak apa-apa karena rakyat kita di seluruh pelosok Tanah Air akan mendapat kepastian kalau sakit dapat pelayanan kesehatan yang baik," tutur Presiden SBY seperti dikutip dalam rilis pers dari Kementerian Kesehatan.

Menurut Presiden, masyarakat ingin memiliki rasa aman, ketenangan dalam hidupnya, dan kepastian dalam kesehatan, terutama masyarakat golongan miskin. "Negara ini telah melangkah dan menancapkan tonggak baru, dengan diberlakukannya BPJS sektor kesehatan pada Januari 2014," kata purnawirawan jendral bintang empat ini.

Sementara itu, PT Askes menyatakan kesiapannya untuk beralih menjadi BPJS bidang kesehatan. Proses transformasi tersebut akan berlangsung tanpa proses likuidasi atau pembubaran (pemecatan karyawan).  "Kami terus melakukan pembenahan secara internal untuk menyongsong transformasi tersebut. Targetnya akhir tahun ini selesai," kata Direktur Utama PT. Askes, Gede Subawa, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, meskipun nantinya akan menjadi sebuah badan negara, BPJS akan tetap dikelola secara profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. "Tidak boleh kembali pada birokrasi tapi prinsip korporasi," imbuhnya. Menurut Gede Subawa, kebanyakan sebuah badan yang bersifat mandatori tidak efisien karena tidak adanya kompetitor. "Kami menciptakan sendiri kompetitor, yakni harapan pelanggan BPJS," katanya.

Saat ini PT Askes memiliki 16,5 juta peserta. Pada tahun 2014 saat Jaminan Kesehatan Nasional sudah diberlakukan, diperkirakan akan terjadi kenaikan peserta menjadi 139 juta yang merupakan tambahan dari peserta Jamkesmas saat ini. "Seperti halnya Askes, BPJS juga bersifat nirlaba sehingga seluruh sisa hasil usaha akan dipakai sebagai dana cadangan. Sekarang ini PT. Askes mengelola dana Rp 8 triliun pertahun dengan nilai cadangan Rp 6 triliun. Diharapkan dengan BPJS bisa lebih baik sehingga tidak bergantung APBN," katanya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger