' Pemberian Remisi Kepada Terpidana Korupsi Menuai Kecaman Keras - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemberian Remisi Kepada Terpidana Korupsi Menuai Kecaman Keras

Pemberian Remisi Kepada Terpidana Korupsi Menuai Kecaman Keras

Written By dodi on Thursday, August 16, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Lembaga penggiat anti korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) mengecam keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang memberikan remisi kepada koruptor kakap, Hayus HP Tambunan, yang telah menyabet uang ratusan miliar dari aksinya memalsukan data pajak banyak perusahaan besar. Remisi yang diberikan setiap perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia kepada Gayus itu dinilai mencederai perasaan masyarakat.

Seperti diketahui, Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jawa Barat memberikan remisi kepada Gayus Tambunan remisi HUT RI sebanyak tiga bulan dan remisi khusus Idul Fitri sebanyak satu bulan. Dengan demikian, hukuman pidana Gayus akan dikurangi sebanyak empat bulan selepas Hari Raya Idul Fitri tahun ini. "Kita tentu pertanyakan komitmen pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di negeri ini," kata anggota badan pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, dalam keterangan persnya, kemarin.

Emerson menambahkan peraturan dalam pemberian pengurangan hukuman seperti grasi dan remisi harus diatur secara tegas. Para terpidana kasus korupsi, lanjutnya, tidak selayaknya mendapatkan pengurangan hukuman dari pemerintah. Menurutnya hal ini merupakan salah satu bentuk pemberian efek jera kepada para koruptor dengan meniadakan pengurangan hukuman. Dengan begitu program pemerintah dalam memberantas korupsi dapat sejalan dengan pemberian hukuman kepada para koruptor. "Selama ini para koruptor dapat terus berkurang hukumannya. Ini kan malah membuat enak mereka," tegasnya.

Kepala Divisi Kemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat, Dedi Sutardi di Bandung, mengatakan, Gayus Tambunan yang dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin sejak Juni 2012 mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan selama tiga bulan dan remisi khusus Idul Fitri selama satu bulan karena sudah sesuai aturan. Selain Gayus dan Pollycarpus, beberapa terpidana kasus korupsi yang mendekam di LP Sukamiskin juga mendapatkan remisi.

Di antaranya terpidana kasus penyuapan terhadap hakim Syarifuddin, Puguh Wirawan. Kurator yang divonis 3,5 tahun penjara pada 2011 itu mendapatkan remisi umum tiga bulan serta remisi khusus Idul Fitri 1 bulan. Sedangkan mantan Wakil Bupati Subang Maman Yudia mendapatkan remisi umum tiga bulan dan remisi khusus Idul Fitri 1 bulan, serta mantan Bupati Garut Agus Supriyadi mendapatkan remisi umum tiga bulan dan remisi khusus Idul Fitri 1 bulan. "Total terdapat 27 terpidana kasus korupsi di LP Sukamiskin yang mendapatkan remisi," kata Dedi.

Sebanyak 10.052 terpidana di 23 LP di Jawa Barat mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan yang terdiri atas remisi umum untuk pidana umum sebanyak 6.578 orang dan remisi khusus sesuai PP No 28 Tahun 2006 sebanyak 3.474 orang. Terpidana yang dibebaskan pada Hari Kemerdekaan sebanyak 460 orang. Sedangkan untuk remisi Idul Fitri, terdapat 9.260 terpidana di Jawa Barat yang mendapatkan keringanan hukuman terdiri atas remisi umum untuk 5.941 orang dan remisi khusus yang diatur PP No 28 Tahun 2006 sebanyak 3.319 orang. Pada Idul Fitri 1433 Hijriah, sebanyak 160 terpidana di Jawa Barat. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger