' Pembentukan Kabupaten Garut Utara Semakin Mendesak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pembentukan Kabupaten Garut Utara Semakin Mendesak

Pembentukan Kabupaten Garut Utara Semakin Mendesak

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

GARUT (LJ) - Kalangan akademisi dan elemen masyarakat Kabupaten Garut sepakat mendukung pembentukan Kabupaten Garut Utara (Gatra) dan sekaligus menjadi daerah otonomi baru. Pemekaran daerah Garut ini diharapkan banyak pihak dapat meningkatkan pelayanan publik, pemerataan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami selaku putra daerah, khususnya yang dilahirkan di Kampung Selaawi sangat mendukung keinginan warga masyarakat Garut Utara. Ini demi meningkatkan pelayanan masyarakat, pemeratan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Prof. DR. H. Syahidin, M.Pd Guru Besar PAI di UPI Bandung sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen dan Pendidik Agama Islam Seluruh Indonesia (ADPISI), kemarin.

Dalam acara silaturahim di Rumah Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM-Gatra), H. Holil Aksan Umar Zen,dia mengucapkan selamat dan sukses kepada PM-Gatra dan Pantia Persiapan Pembentukan Kab. Garut Utara (P3KGU) yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan tahapan-tahapan pemekaran wilayah bagian Garut Utara menjadi Daerah Otonomi Baru.

Menurutnya, sejak berdirinya Kab. Garut telah memberikan andil besar dan sejarah telah mencatat bahwa Kab. Garut pertama itu namanya adalah Kab. Limbangan, maka sudah saatnya sekarang jika warga masyarakat Limbangan yang di dalamnya sekarang mencakup daerah Garut Utara, untuk bisa mengembalikan sejarah untuk bisa mandiri dan menjadikan Gatra sebagai DOB.

"Insya Allah, Kamipun siap membantu sesuai dengan kapasitas yang saya miliki, tentu ini semua dalam upaya untuk kepentingan mencerdaskan anak bangsa, Garut Utara jangan takut jika menjadi Kabupaten nanti akan menjadi daerah tertinggal karena kurang memiliki SDA, tapi kami sangat yakin dengan SDM yang dimiliki, maka Garut Utara akan mampu menjadi Kabupaten yang termaju di Jawa Barat," jelasnya.

Dikatakannya lagi, fakta sejarah telah membuktikan Sumber Daya Manusia Gatra telah mampu dan banyak berkecimpung dalam dunia pemerintahan, pendidikan dan banyak juga yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses, politikus nasional dan aparatur negara Lainnya. "Karena itu, mari kita Jadikan Gatra kedepan sebagai Miniaturnya Singapore di Jawa Barat," imbuhnya.

Untuk itu, dia berharap agar PM-Gatra dan P3KGU dalam proses pengusungan pembentukan Kab. Garut Utara bisa dilakukan dengan cara-cara yang cantik, elegan, santun dan bermakna. "Artinya kita harus cerdas dalam menyiasati proses dukungan ini sehingga mendapat dukungan baik dari tingkat bawah (BPD, Kepala Desa, Masyarakat) maupun dukungan dari tingkat pusat," katanya.

Berdasarkan UU. N0. 32/2004, bahwa Kab. Garut sangat dimungkinkan serta layak untuk dimekarkan menjadi 2 Kabupaten bahkan menjadi 3 kabupaten (Kab.Garut Utara, Kab.Garut Selatan dan Kota Garut) karena kalau dilihat dari jumlah penduduk Kab. Garut sudah mencapai  2.400.000 jiwa, 42 kecamatan dan 436 Desa.

Sementara itu, Ketua Dewan Presidium Garut Selatan (Garsel) Gunawan Undang, mendukung usulan PM Gatra yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten Garut. "Ini semua adalah bagian dari hak sebagai warga Negara, dimana berdasarkan UU sangat di mungkinkan Kab. Garut di mekarkan menjadi 2 Kabupaten dan 1 Kota madya (Kab.Garsel, Kab.Gatra dan Kota Garut), mudah-mudahan pihak-pihak terkait yang menangani tentang DOB bisa mendengarkan serta menampung asfirasi warga masyarakat Garut," ungkapnya.

Bahkan dia mengajak kepada PM-Gatra untuk bisa bekerjasama dengan Presidium Garsel dalam mengawal pengusungan Pemekaran Kab, Garut tersebut, kami sangat yakin kalau dua kekuatan ini disatukan akan menambah nilai jual sehingga apa yang menjadi keinginan warga masyarakat Garsel dan Gatra bisa segera terwujud menjadi daerah otonomi baru di NKRI," tegasnya.

Sementara terkait keinginan masyarakat Garut Selatan (Garsel) untuk segera lepas dari kabupaten induknya, Garut, dan menjadi daerah otonomi baru nampaknya harus bersabar. Sebab, sebagaimana sinyalemen yang dilontarkan Dewan Presidium Garsel, untuk terwujudnya Garsel menjadi kabupaten mandiri masih dalam posisi antre, menunggu diketukpalunya Pangandaran menjadi daerah yang lepas dari kabupaten induknya, Ciamis.

“Kita masih menunggu pengesahan Kabupaten Pangandaran yang saat ini menunggu verifikasi lapangan dari Kemendagri. Untuk pengesahan Kabupaten Garsel, yang saya lihat tidak ada kesan diundur-undur oleh pemerintah pusat, hanya mungkin masalah skala prioritas saja,” tegas Gunawan Undang, kepada wartawan belum lama ini. JUL/BDN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger