' Pegawai Adpel dan Pelindo II Jadi Tersangka Penggelapan Baja - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pegawai Adpel dan Pelindo II Jadi Tersangka Penggelapan Baja

Pegawai Adpel dan Pelindo II Jadi Tersangka Penggelapan Baja

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

KOTA CIREBON (LJ) - Kepolisian Resor Kota Cirebon, menetapkan dua pegawai Administrasi Pelabuhan (Adpel) dan seorang pegawai PT Pelabuhan Indonesia (Pelondo) II Cirebon sebagai tersangka kasus penggelapan baja proyek PLTU Atambua, Nusa Tenggara Timur. Polresta Cirebon juga telah melayangkan surat panggilan kepada tiga tersangka kasus yang merugikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp.18 miliar itu, untuk dimintai pada 1 Agustus 2012 mendatang.

Kapolresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Didik Purwanto mengatakan, dua tersangka dari Adpel Cirebon adalah Yan dan perwira jaga berinisial berinisial Arm. “Sementara dari PT Pelindo II, kami menetapkan Kepala Urusan Terminal dengan ini sial Kum sebagai tersangka,” kata Didik, kepada LINGKAR JABAR di Mapolresta Cirebon, kemarin.

Seperti diketahui, pada April 2012 lalu, Kapal Sanle 10 milik PT Green Gold Marine, berangkat dari Pelabuhan Tanjungpriok pada 10 April 2012 lalu dengan tujuan Atambua. Pada 14 April 2012 kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di Surabaya untuk mengisi bahan bakar. Namun di tanggal tersebut, kapal tak kunjung datang di Surabaya. Belakangan, kapal tersebut malah diketahui berlabuh di Cirebon. Bahkan sejak 15 April, muatan besi baja di kapal tersebut telah dibongkar oleh para tersangka.

Meski demikian, aparat Polresta Cirebon berhasil menggagalkan pencurian tersebut pada 22 April 2012. Dari kapal tersebut, polisi kemudian menyita trailer besi baja yang tersisa. Selain itu, polisi juga langsung mengamankan lima tersangka Sur dan Ahw yang bertindak sebagai penadah, Man (nahkoda kapal), Yah (agen pelayaran Jakarta), dan AP (agen pelayaran Cirebon). Dari keterangan kelima tersangka awal itu, polisi akhirnya menemukan indikasi keterlibatan dua oknum Adpel dan satu oknum PT Pelindo II. Sementara tersangka utama yang diduga sebagai otak kejahatan, Hen masih dalam pengejaran.

Menurut Didik, Arm dan Yan  sebagai perwira jaga dinilai bertanggungjawab dalam setiap bongkar muat di pelabuhan, dan mereka telah ditetapkan sebagai tersangka, karena dinilai tidak teliti saat memeriksa dokumen barang dan kapal yang memuatnya. Padahal jika diperiksa dengan benar, muatan di kapal itu tidak seharusnya dibongkar di pelabuhan Cirebon.

Sementara itu, Kum diduga telah melangkahi atasannya di PT Pelindo II, karena menandatangani ijin bongkar muat di pelabuhan tanpa melapor terlebih dulu. “Kami sudah melakukan penyelidikan sesuai prosedur dengan mengundang saksi ahli dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan dari segi administrasi dan prosedural di pelabuhan, para tersangka memang dinyatakan lalai dan telah melakukan kesalahan.

Terkait pemanggilan tiga tersangka dari Adpel dan PT Pelindo II, Didik juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan di kedua instansi tersebut. Dengan langkah tersebut, Didik yakin para tersangka tidak akan bisa melarikan diri keluar wilayah Cirebon dan akan hadir pada waktu pemanggilan yang telah ditentukan. “Kami sekaligus menitipkan kepada para atasan di instansi tersebut untuk mengawasi para oknum pegawai mereka yang telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya. SUP/TUS (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger