' Pasca Petugas Tewas Diterkam Harimau, Pengunjung “ Ngeri” Berkunjung Ke TSI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pasca Petugas Tewas Diterkam Harimau, Pengunjung “ Ngeri” Berkunjung Ke TSI

Pasca Petugas Tewas Diterkam Harimau, Pengunjung “ Ngeri” Berkunjung Ke TSI

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

KAB. BOGOR (LJ) – Pasca tewasnya Junaedi (32), petugas Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua  yang diterkam harimau Sumatera, membuat para pengunjung merasa was-was.  Pasalnya, para pengunjung merasa khawatir, kejadian yang dialami Junaedi sewaktu-waktu menimpa mereka.  Terlebih saat melihat berbagai macam satwa, khususnya satwa buas seperti harimau Sumatra yang hidup di alam bebas.

“Semenjak kejadian harimau menerkam petugas TSI, kami merasa ngeri jika berwisata kesana.  Makanya saya menganjurkan keluarga agar tak berkunjung kesana, sebelum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dalam mengusut kejadian tersebut,” kata Ketua LSM Jangkar Pakuan Padjajaran, Saleh Nurangga kepada LINGKAR JABAR, Selasa (28/8) kemarin.

Menurutnya,  pihak TSI harus segera memberikan keterangan resmi dan kronologis peristiwa yang menewaskan karyawannya tersebut.  Dalam kejadian ini,  kata dia,  Polres Bogor harus mengusut hingga tuntas kejadian tersebut.

“Kabarnya sih pihak Kepolisian sedang mengusut hal ini dan mulai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.  Harapan saya, dengan terungkapnya kasus ini, maka para pengunjung dapat mengetahui penyebab tewasnya petugas TSI secara jelas.   Apakah kematiannya diterkam harimau yang sedang lapar atau mungkin petugasnya yang lalai, atau mungkin ada sebab lain,” ujar warga Ciawi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Cisarua, Kompol Hadi Santoso ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, korban merupakan warga Kampung Pakancilan RT 3/RW 3, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.  Korban ditemukan rekannya di dasar jurang jalur safari track, dengan kondisi bagian kepala hancur serta wajah rusak dan luka cakaran di paha.

 “ Kami telah melakukan olah TKP.  Dan Kami telah memeriksa sejumlah saksi terkait tewasnya petugas TSI yang sementara  diduga akibat diterkam harimau "paparnya kepada wartawan.

Dijelaskan Hadi, pihaknya mendapatkan laporan menjelang  waktu maghrib.  Merasa ada kejanggalan,  petugas langsung melakukan penyelidikan.  Yang menjadi pertanyaan pihaknya,  kenapa korban bisa berada di dalam lokasi.  Karena lokasi tersebut bukan merupakan  public area (tempat umum-Red).

Informasi lain yang berhasil dihimpun LINGKAR JABAR menyebutkan, korban merupakan pekerja lepas di TSI yang sudah bekerja selama lebih kurang 10 tahun lamanya. Korban meninggalkan 1 anak dan 1 istri. Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari rumah korban. Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan,  pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan, karena alasan tengah berkabung. 

Kepala Bagian Humas TSI Cisarua Yulius H Suprihardo ketika dikonfrmasi wartawan mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 15.00 oleh seorang keeper (pawang) harimau saat sedang menginspeksi kawasan exhibit atau exercise harimau sumatera.  “Korban ditemukan dalam kondisi tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala dan paha" jelas Yulius.

Menurutnya, lokasi itu merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum.  Petugas kebersihan yang masuk dalam kawasan itu, kata Yulius, seharusnya melapor terlebih dahulu kepada keeper yang bertugas di kawasan tersebut.  " Korban tidak melapor dulu ke keeper harimau.  Kami juga belum tahu bagaimana korban bisa sampai ada di dalam area," katanya.

Ditanya sejauh mana sistem keamanan yang diterapkan pengelola i, Yulius menjamin, harimau tidak akan keluar begitu mudah dari kawasan.  Karena di lokasi sudah dipasangi pagar setinggi  tiga meter  dilengkapi electric fan.  Namun demikian, ia mengaku tidak bisa menyimpulkan,  apakah ada prosedur standar yang tidak dilakukan korban.  Karenanya, pihaknya menyerahkan penyelidikan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
 "Ini kejadian pertama di Taman Safari.  Dan kami berharap ini kejadin yang terakhir.  Kami juga menjamin pengunjung aman untuk berkunjung ke Taman Safari," tandasnya. (ASP)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger