' Pasar Tradisional yang Kotor Menjadi Sumber Penyakit - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pasar Tradisional yang Kotor Menjadi Sumber Penyakit

Pasar Tradisional yang Kotor Menjadi Sumber Penyakit

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

BOGOR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, pasar tradisional yang kotor akibat dipenuhi sampah, becek dan banyak lalat, dipastikan dapat menjadi sumber penyakit. Jika kebersihannya terus diabaikan sehingga menjadi pasar tidak sehat, maka ada beberapa penyakit yang mengancam masyarakat yang hendak belanja dan para pedagang yang berjualan.

"Pasar yang kebersihannya tidak diperhatikan bisa menjadi sumber penyakit. Di 3 provinsi Banten, Jawa Barat dan Jakarta, beberapa kasus flu burung terkait dengan pasar, di mana unggas masuk dari berbagai daerah, yang sakit tetap dipotong di pasar, yang mati juga dipotong di pasar," jelas drh Wilfried H. Purba, MM, M.Kes, Direktur Penyehatan Lingkungan pada Ditjen PP dan PL Kemenkes, dalam keterangannya yang diterima wartawan, baru-baru ini.

Wilfried mengungkapkan ada beberapa penyakit lain yang juga mengancam bila kondisi pasar tidak sehat, yaitu Flu burung, Diare karena kondisi kebersihan yang buruk, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dan TB (tuberkulosis) karena lingkungan pasar yang pengap, sesak dan sumpek, Tifus karena banyaknya lalat, Leptospirosis karena kondisi pasar yang jorok dan banyak tikus, Deman berdarah karena air yang tergenang dan Cacingan.

Untuk menanggulangi masalah kesehatan di areal pasar itu, tambah Wilfried, Kementerian Kesehatan sejak tahun 2009 menyelenggarakan pasar sehat sebagai salah satu strategi dalam Implementation of National Strategic for Preventing Avian Influenza (INSPAI) bekerjasama dengan WHO.

Pada pasar sehat tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai kegiatan terutama dengan meningkatkan fasilitas penunjang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), seperti meningkatkan kualitas sarana sanitasi dan air bersih, melengkapi kit keamanan pangan, kit pembersihan pasar dan pembersihan pasar secara rutin.

"Dari tahun 2009-2011 kita sudah menyelenggarakan pasar sehat di 10 lokasi di 9 provinsi dan pada tahun 2012 ini kita tambah lagi 8 lokasi baru. Ini hanya percontohan, diharapkan Pemerintah Daerah juga bisa membangun pasar-pasar sehat baru untuk kesehatan warganya," tutur drh Wilfried. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger