' PAD Kabupaten Bogor Naik Hingga Rp 1 Triliun - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PAD Kabupaten Bogor Naik Hingga Rp 1 Triliun

PAD Kabupaten Bogor Naik Hingga Rp 1 Triliun

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menyetujui usulan dari dewan soal kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp.1 triliun pada tahun ini. Kesepakatan itu muncul setelah dalam beberapa kali kesempatan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher menganggap target PAD yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp750 miliar, dianggap belum realistis.

“Sudah kita sudah sepakat ada kenaikan PAD hingga Rp 1 triliun tahun ini, yang utama dari pajak Hotel, lalu PBB dan seterusnya,” ujar wakil ketua DPRD, Ade Rohandi kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Untuk diketahui, dalam beberapa hari hampir seluruh pajabat Pemkab Bogor dan Badan anggaran (Banggar) DPRD melakukan pembahasan  Kebijakan Umum Anggaran (KUA) tahun 2013 selain Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Pembahasan yang meliputi seluruh  kebutuhan dan pengeluaran anggaran tersebut, salah satunya menyepakati besaran kenaikan PAD pada tahun ini, termasuk pada tahun 2013 mendatang. 

Sebeumnya, Ketua DPRD yang juga Ketua Banggar, Iyus Djuher, mengatakan, PAD Pemkab Bogor tidak realistis jika dilihat dari besaran kontribusinya terhadap APBD Pemkab Bogor tahun 2012 yang hanya sebesar 30 persen. "Kalau dihitung, dari Rp3,5 triliun APBD Rp1,6 Triliun berasal dana perimbangan pusat, dengan begitu PAD hanya 30 persen," ujarnya.

Menurutnya, dengan potensi yang ada di Kabupaten Bogor, jumlah PAD harusnya mencapai 50 persen dari total APBD. Sebab dengan kecilnya PAD maka Pemkab Bogor, akan tergantung pada dana perimbangan yang sebenarnya terlalu kecil untuk mengcover kebutuhan rakyat Kabupaten Bogor, yang mendekati 5 juta jiwa.

Politisi partai Demokrat itu menyatakan, jika dihitung dari realisasi PAD yang ada, Pemkab Bogor mendapat PAD dari galian C antara Desember 2011 sampai Maret 2012 sebesar Rp9 miliar. "Itu hanya dari satu sektor dan hanya dalam waktu 4 bulan," jelasnya

Yang tak kalah besar, lanjut Iyus, adalah dari sektor perhotelan. Dengan jumlah kamar hotel berbintang empat sebanyak 2.896 kamar maka pajak yang dipungut Pemkab Bogor mencapai Rp16 miliar. kalkulasinya setiap kamar seharga Rp.750 per 24 Jam dan dibooking 10 kali dalam sebulan. Sedangkan kamar kelas melati, berjumlah 5.496. Dari jumlah itu, Pemkab Bogor memungut pajak hingga Rp18 miliar dengan kalkulasi sewa kamar Rp350 ribu dan dibooking 10 kali dalam sebulan.

Menurutnya, dari kalkulasi itu, kalau belakangan PAD tetap kecil maka ada tiga kemungkinan. Yang pertama pengusahanya termasuk pengusaha nakal, yang kedua ada main antara pengusaha dengan birokrat dan ketiga adanya pemaksaan target dari obyek pajak. "Cuma logikanya sekarang, pengusaha mikir lah kalau mau nakal, karena mereka usahanya berjalan terus kok, jadi saya kira kemungkinan kedua yang banyak terjadi," tandasnya. DED

 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger