' Pabrik Indocement Akan Ditinjau Sumber Debu Hitam ke Pemukiman Harus Ditelusuri - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pabrik Indocement Akan Ditinjau Sumber Debu Hitam ke Pemukiman Harus Ditelusuri

Pabrik Indocement Akan Ditinjau Sumber Debu Hitam ke Pemukiman Harus Ditelusuri

Written By dodi on Thursday, August 16, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat meminta kepada Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Provinsi Jabar untuk segera turun ke Kampung Kamurang, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, lokasi yang diduga tercemar debu hitam akibat kebocoran tabung produksi semen (Silo) di salah satu pabrik semen milik PT.Indocement Tunggal Prakarsa. Tindakan cepat ini diperlukan guna memastikan apakah benar atau tidak debu hitam yang melanda Kampung Kamurang sejak dua bulan lalu itu berasal dari pabrik Indocement.

"Kenapa KLH dan Pemprov Jabar? Karena untuk memecahkan kasus dugaan pencemaran ini harus melibatkan instansi pusat dan provinsi yang bertanggungjawab secara teknis di bidang lingkungan. Tetapi akan lebih baik jika masalah pencemaran ini ditangani lebih dulu oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Kan kita punya laboratorium penguji di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk diminta bantuannya meneliti soal debu hitam di sekitar pabrik Indocement itu," kata anggota Komisi C DPRD Kab.Bogor Kamal Suparman kepada LINGKAR JABAR, Rabu (15/8).

Kamal pun menegaskan, dirinya akan mendorong Fraksi Demokrat, tempatnya bernaung, untuk membentuk tim khusus menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan yang dituding masyarakat bersumber dari pabrik milik perusahaan produsen semen terbesar di Indonesia itu. "Fraksi Demokrat tentu tidak akan tinggal diam, saya akan mendorong ke pimpinan fraksi saya dan juga komisi saya bernaung, untuk menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan itu," tegas Kamal.

Sementara itu, menyusul desakan dari anggota DPRD dan kalangan masyarakat kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Camat Citeureup Bambang Tawekhal, menegaskan pihaknya akan secepatnya terjun ke Kampung Kamurang, Desa Citeureup-Kabupaten Bogor, guna menindaklanjuti keluhan warga kampung tersebut terkait hujan debu hitam yang diduga berasal dari lokasi pabrik semen milik PT. Indocement Tbk.

Camat Citeureup pun berjanji akan menyelesaikan keluhan ratusan warga Kampung Kamurang, yang merasa telah dicemari polusi udara akibat dugaan kebocoran dari Silo P34 (tabung produksi semen, Red).  Hal itu dilakukannya agar suasana dilingkungan perkampungan tersebut menjadi lebih kondusif, serta mencegah terjadinya permasalahan serius. "Kita akan secepatnya berkordinasi dengan pihak perusahaan soal keluhan warga itu," kata Bambang kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain akan mempertanyakan masalah pencemaran polusi udara berupa debu hitam kepada manajemen Indocement, Camat Citeureup inipun akan mempertanyakan masalah dana CSR (Corporate Sosial Responsibility) kesehatan kepada perusahaan. Pasalnya, warga mengaku selama ini belum pernah merasakan bantuan kesehatan tersebut. "Pastinya semua keluhan dari warga akan saya sampaikan dan pertanyakan kepada Indocement," ujar Bambang.

Terkait hal itu, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) juga telah melakukan peninjauan ke lokasi perkampungan maupun ke areal pabrik semen yang diduga bocor. Dari informasi yang diperoleh, sejumlah staf BLHD melalui bidang pengawasan lingkungan hidup, Rabu (16/8) pagi sudah mendatangi kedua lokasi itu. "Kalau tidak salah, semua staf bagian pengawasan maupun pencemaran lingkungan hidup turun kelokasi pabrik dan perkampungan," kata staf BLHD yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Namun, sayangnya Kepala BLHD Noviantika maupun Kepala Bidang (Kabid) yang membidangi masalah itu, tidak dapat diminta konfirmasinya. Sampai berita ini turun, belum ada informasi yang lebih detail hasil dari peninjauan sejumlah staf BLHD tersebut. "Sepertinya untuk mengetahui persis benar atau tidaknya ada pencemaran dari pabrik semen itu membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama, jadi hasilnya belum bisa diketahui dalam beberapa hari kedepan," kata staf BLHD tersebut. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger