' Pabrik Alat Simulator SIM Cuma Memproduksi Tutup Botol - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Pabrik Alat Simulator SIM Cuma Memproduksi Tutup Botol

Pabrik Alat Simulator SIM Cuma Memproduksi Tutup Botol

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

BEKASI - Menyusul aksi penggeledahan markas Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi dalam pengadaan kendaraan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) pada Senin (30/7) lalu, dikabarkan petugas KPK juga akan menyatroni pabrik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), pembuat simulator SIM, di Jalan Raya Narogong Pangkalan 2 Kampung Cikiwul RT 1/RW 2 Kelurahan Cikiwul Bantargebang, Kota Bekasi-Jawa Barat.

Pabrik ini milik Budi Susanto, pengusaha rekanan bekas Kepala Korps Lantas Polri Irjen Djoko Susilo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sehingga informasi tentang akan adanya penggeledahan oleh tim KPK ke pabrik milik Budi ini, Rabu (1/8), turut menyita perhatian sebagian wartawan. Namun sampai malam hari, tak ada petugas KPK yang datang ke lokasi pabrik.
Yang menarik, petugas keamanan dan warga sekitar yan ditemui wartawan membantah bahwa pabrik yang sudah berdiri sejak 2003 itu dikatakan sebagai tempat pembuat simulator SIM.

"Yang saya tahu kalau pabrik ini memproduksi tutup botol. Saya baru tiga bulan ditugaskan di sini. Saya satpam dari yayasan, kerjanya selalu di rolling pindah-pindah pabrik," ujar Dony, petugas keamanan sambil melarang wartawan ketika akan mengambil gambar suasana di dalam pabrik. "Saya sudah diperintahkan atasan, untuk melarang siapa saja mengambil gambar di dalam. Jadi mohon maaf mas," ucapnya.

Sementara Humas PT CMMA yang enggan disebutkan namanya mengatakan hal yang sama. "Pabrik ini produksi tutup botol. Dari mulai tutup botol minuman ringan, sirup sampai tutup botol obat. Ini pindahan sejak tahun 2003, sebelumnya ada di Pulogadung Jakarta Timur," katanya. Menurut dia, di PT CMMA sendiri ada sekitar 300 karyawan yang seluruhnya bekerja sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. "Kalau satpam setiap shift ada tiga orang. Pabrik ini punya Pak Budi Santoso, saya nggak tahu dia tinggal di mana, rumahnya banyak," dia menjelaskan.

Budi Susanto sampai berita ini diturunkan sulit ditemui untuk dikonfirmasi. Dari data yang diperoleh, Budi diketahui memiliki dua rumah, yakni di kawasan Royal Gading Mansion, Kelapa Gading Jakarta Utara dan di Jl Boulevard Hijau, Bekasi. Namun saat dua rumah itu didatangi, petugas keamanan kompleks tak memberi izin. "Pak Budinya lagi tidak ada di rumah," kata seorang satpam di Royal Gading Mansion, kemarin.

Satpam itu melarang setiap wartawan yang berusaha mendekati rumah Budi. Namun dia membenarkan Budi tinggal di blog FG 8/5 kompleks tersebut. "Nggak bisa masuk Pak," ucap satpam tersebut. Hal yang sama juga terjadi di rumah Budi di kompleks Boulevard Hijau Bekasi. Budi tak bisa ditemui di rumah di kawasan tersebut. Hanya ada Owen, adik ipar Budi yang menjaga rumah tersebut. "Saya nggak tahu. Jarang komunikasi dengan dia," kata Owen. "Dia tidak tinggal di sini," terangnya.

Keterangan dari Budi sudah pasti cukup penting karena dia adalah pemenang tender proyek tersebut. Nama Budi pertama kali disebut oleh Soekotjo S Bambang, Direktur PT ITI sebagai subkontraktor yang digandeng untuk memproduksi simulator SIM.
Bambang menyebut, Budilah yang memerintahkan penyerahan uang ke Irjen Djoko Susilo. Bahkan Budi diduga ikut menggelembungkan nilai proyek dari seharusnya hanya Rp 83 miliar menjadi Rp 190 miliar.

Dalam dokumen kontrak kerja sama pengadaan simulator SIM, nama Budi yang tertera bersama Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo. KPK sudah mengendus keterlibatan Budi dan Didik dalam kasus ini. Karenanya, Brigjend Didik dan Budi sudah masuk dalam daftar cegah dan tangkal ke luar negeri. CPS/VNC
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger