' Merasa Diperlakukan Tak Adil Calon PPK Laporkan KPU ke KID - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Merasa Diperlakukan Tak Adil Calon PPK Laporkan KPU ke KID

Merasa Diperlakukan Tak Adil Calon PPK Laporkan KPU ke KID

Written By dodi on Thursday, August 9, 2012 | 8:00 AM

KOTA CIREBON (LJ) – Pembukaan calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) tahun 2013 mendatang yang dilaksanakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Cirebon, terancam ricuh. Sebab, sejumlah calon anggota PPK yang tak bisa ikut tes tulis melaporkan KPU ke KID (komisi Informasi Daerah), karena merasa telah diperlakukan tak adil.

Calon PPK yang melapor di antaranya, Jauhari dan Sanubi. Mereka datang ke KID jam 13.30, diterima sekretaris KID Nuryani SAg, Anggata Arif, Toto Suharto dan Akbar Sucipto.

Jauhari mengatakan, kedatangannya ke KID untuk menyampaikan keluhan terkait sikap KPU yang mengecewakan. Ia mengaku sudah lolos seleksi administrasi, namun dilarang ikut tes karena dianggap terlambat datang sekitar 45 menit.
 “Jadi, persoalan KPU tidak jelas mengumumkan kepada kami yang dinyatakan lolos. Apalagi, dari 33 calon PPK yang lolos administrasi, 15 orang justru tidak bisa ikut tes tulis,” jelas warga asal Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu kepada LINGKAR JABAR.

Sementara, Akbar Sucipto, anggota KID yang juga mantan PPK, mengaku heran dengan sikap KPU yang hanya memasang pengumuman disekitar  sekretariatnya saja. Padahal lanjutnya, tidak semua orang punya kesempatan datang ke KPU untuk melihat pengumuman tersebut.

Selain itu, Akbar juga membeberkan persoalan sama yang terjadi di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk. Sebanyak dua orang tidak ikut tes, karena tidak tahu  kapan dilakukan pengumuman. “Adik saya yang calon PPK tidak bisa ikut tes, akibat tidak tahu jadwal pengumuman. Bahkan, ia tahu setelah tes tulis selesai,” ungkapnya.

Logika sederhana, kata dia lagi, apa mungkin pendaftar komisioner KPU pusat dari Papua datang ke Jakarta hanya untuk  melihat papan pengumuman kelulusan di  KPU pusat. Padahal, ada teknologi yang bisa digunakan. “Pantas saja Subhan Alba tidak lolos menjadi komisioner KPU pusat, karena dia  tidak datang ke Jakarta untuk melihat pengumuman kelulusan,” sindirnya.

Hal senada ditegaskan anggota KID lainnya, Arif, ia menambahkan laporan Jauhari dan rekan calon PPK lain, bagi KID adalah entry point untuk komisioner informasi. Hanya saja, laporan ini harus disertai bukti tertulis, termasuk surat pengaduan yang ditujukan ke KID. "Kalau seperti sekarang hanya sebatas pengaduan saja tanpa ada bukti tertulis, kami belum bisa menindaklanjutinya," tukasnya. SUP/TUS/NAN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger