' Masyarakat Kawal Janji Indocement - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Masyarakat Kawal Janji Indocement

Masyarakat Kawal Janji Indocement

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Luapan amarah ratusan warga di 5 wilayah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) 02, Kampung Kamurang Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup-Kabupaten Bogor, nyaris tumpah alias tak tertahankan lagi. Pasalnya sejak dua bulan lalu, setiap hari warga dipaksa menghirup udara kotor bercampur debu hitam yang ditengarai akibat kebocoran pada silo atau tempat produksi akhir semen P34 di areal pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa.Tbk.

Karenanya, warga pun bertekad melakukan aksi demo ke lokasi pabrik bilamana manajemen PT.Indocement tidak merealisasikan janji-janjinya dalam waktu satu bulan kedepan. "Dihadapan warga dan unsur pemerintahan desa Selasa siang (28/8), pihak Indocement berjanji dalam waktu satu bulan ini akan mengakomodir keluhan warga terkait dengan siraman debu hitam serta pemberian kompensasi atas keberadaan pabrik di kampung kami. Makanya, kami akan kawal realisasinya itu," tegas Heri (31), Ketua Karang Taruna Desa Citeureup, kepada LINGKAR JABAR, kemarin malam.

Menurut dia, pengawalan yang akan dilakukannya itu terhadap janji perusahaan terbesar di wilayah Citeureup tersebut sangat penting. Kenapa, karena bantuan perusahaan kepada warga di Kampung Kamurang relatif kecil bila dibandingkan dampak yang dirasakan. "Selama berdiri puluhan tahun, bantuan kepada lingkungan kami sangat minim. Bahkan, untuk bantuan kesehatan rasanya belum pernah kami rasakan," ujar Heri dengan nada tegas.

Ketua RT 04/02, Mamad (52), menjelaskan, setelah masalah dugaan pencemaran lingkungan oleh pabrik semen mencuat di media massa, perwakilan Indocement telah mendatangi perkampungan Kamurang yang tercemar debu hitam pekat itu, kemarin siang. "Setelah mengecek keluhan warga ke perkampungan, kami dan perwakilan warga serta unsur pemerintahan desa dijemput ke Bilikom (pusat komunikasi masyarakat dengan Indocement) untuk melakukan pertemuan membahas soal dugaan pencemaran lingkungan dan tidak sampainya bantuan CSR Indocement," tuturnya.

Dalam pertemuan itu, ada beberapa point yang dijanjikan perusahaan terkait dengan keluhan warga di Kampung Kamurang. Dijelaskannya, yang pertama persoalan debu akan diselesaikan, untuk masalah kesehatan akan diperhatikan, pembangunan Masjid Alhuda yang saat ini baru sekitar 80 persen jadi akan dibantu.

Janji Indocement lainnya, tambah Mamad, ialah pembangunan jalan lingkungan akan ditingkatkan, bantuan beras terhadap mutahiq yang biasanya setiap tahun diberikan 30 kilo per RW janjinya mau ditambah lebih banyak lagi. "Janji lainnya yang akan direalisasikan, seperti bantuan hewan qurban. Bila sebelumnya RW 02 ini diberikan satu ekor kambing, tahun depan jumlahnya diperbanyak," paparnya.

Secara terpisah, Utang Muhtar (61) warga Kampung Kamurang RT 02/02, mengatakan, sejak perusahaan semen berdiri di Citeureup, warga Kamurang yang letaknya sekitar 300 meter dari lokasi pabrik mendiamkan adanya pencemaran udara tersebut. Kenapa, karena di awal berdiri tahun 1976 dari perwakilan Indocement pernah berjanji akan mengakomodir semua keinginan maupun keluhan warga. Saat itu, lanjut Utang, ada tiga point yang dijanjikan perusahaan, yakni akan memberikan bantuan kesehatan seperti susu ketiap warga setiap satu bulan sekali. Kemudian akan mengratiskan listrik dan sekolah kepada warga yang berada di sekitar lokasi pabrik.

"Sayangnya kami tidak memiliki bukti secara tertulis saat pernyataan itu dilontarkan perwakilan perusahaan. Walaupun begitu, kami akan menuntut yang menjadi kewajiban perusahaan terhadap lingkungan, terutama persoalan CSR (Corporate Sosial Responsibility), sebab ke kampung kami sangat minim sekali bantuannya," papar Utang yang sudah puluhan tahun menjabat ketua RT 02 di Kampung Kamurang itu.

Terkait dengan hal itu, pucuk pimpinan PT.Indocement belum berhasil dikonfirmasi. Sementara Staf Humas Indocement, Rizki, yang berhasil dihubungi LINGKAR JABAR menolak memberikan komentarnya. "Saya belum bisa memberikan komentar, nanti saja Pak Sahat Panggabean (Corporate Secretary) yang memberikan keterangan pers," kata Rizki seraya menutup telepon selulernya. DED/ALS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger