' Kontrak Pengembang Pasar Cibinong Akan Diputus - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Kontrak Pengembang Pasar Cibinong Akan Diputus

Kontrak Pengembang Pasar Cibinong Akan Diputus

Written By dodi on Friday, August 3, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Elemen masyarakat dan kalangan anggota DPRD Kabupaten Bogor mengecam ketidakmampuan PT.Artha Rimba Pertiwi (RAP) dalam melaksanakan pengerjaan proyek pembangunan Pasar Cibinong. Pasalnya, sejak pemancangan tiang pancang pertama dilakukan pada 12 April lalu sampai Kamis (2/8), belum ada kegiatan pengerjaan di lokasi pembangunan pasar. Ironisnya, RAP telah gembar-gembor didukung keuangan yang sangat memadai untuk membangun pasar utama di Kabupaten Bogor tersebut. Nyatanya, sejak empat bulan silam, belum ada kegiatan pengerjaan proyek.

Hal ini tak pelak mengundang kekhawatiran para anggota DPRD dan aktivis LSM, pembangunan pasar Cibinong yang bernilai ratusan miliar Rupiah itu tidak akan selesai tepat waktu, yaitu pada bulan April 2013 mendatang. Padahal, dalam perjanjian kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan RAP, disepakati bahwa waktu pelaksanaan pembangunan selama 12 bulan sejak periode April tahun ini.

Atas hal itu, anggota legislatif meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk berani menindak tegas pengembang pasar modern itu jika pelaksanaannya tidak sesuai dengan perjanjian awal. “Kita lihat saja nanti, kalau memang hasil kerjanya tidak sesuai dengan MoU (Memorandum Of Understanding) antara pengembang dengan PD Pasar Tohaga, putus saja kontrak kerjasamanya,” tegas Halim Yohanes, Ketua Fraksi PDIP kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain itu, ia pun akan mengawasi soal point kerjasama, terutama masalah harga kios kepada para pedagang lama atau yang sudah memiliki kartu kuning. Kenapa, karena saat pelaksanaan pemasangan tiang pancang, harga perkios untuk pedagang eksisting dikenakan Rp 12 juta. “Nah, bila saat pelaksanaanya ada perubahan harga atau lebih besar dari yang sudah disepakati, maka kita akan tindak pengembang,” jelas Halim.

Diperoleh informasi, belum lama ini ratusan calon pedagang pasar sudah dimintai sejumlah uang oleh manajemen RAP sebagai persyaratan tanda jadi untuk bisa memiliki kios di pasar tersebut. Kewajiban untuk menyetorkan uang muka pemesanan kios ini pun beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan oleh puluhan pedagang Pasar Cibinong. Para pedagang yang kecewa lantaran dipaksa untuk menyetor uang muka itu kemudian mengadu kepada DPRD Kabupaten Bogor.

Terkait hal itu, anggota Fraksi Demokrat DPRD Husnul Chotimah mengkritik kebijakan PT Rimba Artha Pertiwi dan menganggap keluhan para pedagang sangat wajar. Apalagi dilihat secara fisik, pengerjaan proyek belum mencapai 50 persen. "Pengembang tidak dibenarkan meminta uang muka kepada pedagang, apalagi bangunannya belum sampai 50 persen," jelas Husnul seraya menambahkan kebanyakan pedagang tidak keberatan membayar uang muka. Namun para pedagang takut kalau sewaktu-waktu pengembang tidak dapat menyelesaikan pembangunan dan kemudian kabur.

Secara terpisah, Zairi, Direktur Operasional PD Pasar Tohaga mengakui apabila proyek pembangunan Pasar Cibinong masih dalam tahap pemasangan besi dan pondasi. Namun kata dia, pihaknya akan terus mengawasi jalannya pembangunan. "Pengusaha sudah kita panggil. Dan kita minta agar pengerjaan pembangunan yang belum selesai dikerjakan untuk secepatnya diselesaikan,” paparnya.

Disinggung apakah ada sanksi dari PD Pasar Tohaga kepada PT. RAP bila pembangunannya tidak sesuai dengan MoU, Zairi memastikan sanksi tegas sudah pasti akan diberikan kepada pengembang. Terkait rumor tentang kenaikan harga kios kepada para pedagang lama yang diterapkan pengembang, ia dengan tegas membantahnya.

Namun demikian, Zairi berjanji akan mengevaluasi PT. RAP jika ditemukan melanggar perjanjian. “Sebanyak 1050 pedagang lama, tetap akan mendapatkan kios dengan harga yang sudah disepakati. Adanya kenaikan harga, kita rasa tidak benar adanya, karena sudah pernah ditanyakan kepada pengembang,” tukasnya.

Terkait dengan hal ini, penanggungjawab operasional proyek Pasar Cibinong dari PT Rimba Artha Pertiwi, MH Ages, sampai berita ini diturunkan tidak berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui nomor telepon selulernya, terdengar nada aktif namun tidak diangkat. Demikian pula pesan singkat berisi permohonan bertemu untuk konfirmasi yang dikirim LINGKAR JABAR kepada Ages, tidak pernah direspon olehnya.

Sekedar informasi, Pasar modern Cibinong berdiri di atas lahan seluas 8.060 meter per segi dan diperkirakan mampu menampung 1.836 pedagang. Diketahui, pelaksanaan pembangunan pasar ini menggunakan pola kerjasama built transfer operate (BTO) atau bangun pakai kelola dan kemudian beberapa tahun kedepan akan diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger