' Konflik Tiada Akhir, Sepakbola Indonesia Hancur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Konflik Tiada Akhir, Sepakbola Indonesia Hancur

Konflik Tiada Akhir, Sepakbola Indonesia Hancur

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM


BOGOR - Para pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sepertinya sudah angkat tangan alias menyerah untuk memediasi pertemuan JC (Joint Committee) yang terdiri dari wakil PSSI dan wakil dari Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin La Nyalla Mattalitti. Setelah tiga kali rencana rapat batal karena ada unsur kesengajaan, mereka selanjutnya menyerahkan hal ini ke Asosiasi Sepakbola Asia (AFC). Jika upaya penyelesaian konflik ini gagal, besar kemungkinan Indonesia akan mendapat sanksi larangan bermain di kancah internasional selama beberapa tahun.

Joint Committee sebelumnya dijadwalkan rapat kedua pada 24 Juli. Ini bagian dari kesepakatan saat rapat pertama kali pada 12 Juli di Hotel MidPlaza Intercontinental, Jakarta. Namun pertemuan itu batal karena AFC dikabarkan banyak agenda. Sekretaris Jendral PSSI Tri Goestoro kemudian memediasi waktu pertemuan setelah 24 Juli gagal. Disodorkan tanggal 2 Agustus, AFC merestui untuk 5 Agustus. 

Namun rapat itu juga gagal juga karena salah satu anggota JC menjalankan umroh ke tanah suci. "Kemungkinan besar rapat Joint Committee dilakukan di Kuala Lumpur. Ini sebagai solusi setelah Sekjen (PSSI)selalu gagal memediasi tanggal pertemuan kedua pihak. Entah bagaimana nanti kelanjutannya, kita serahkan keputusannya pada AFC. Yang kita khawatirkan FIFA akan menjatuhkan sanksi," ungkap salah satu anggota JC, Saleh Mukadar, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (13/8).

Saleh menjelaskan, dalam pertemuan nanti akan dipertanyakan ditetapkannya tanggal kickoff Indonesian Super League (ISL). Menurutnya, dalam MoU jelas, JC diminta membuat rumusan kompetisi profesional baru. Terkait rencana rapat di Kuala Lumpur, Tri Goestoro membenarkan. Namun, rapat itu tetap melalui undangan PSSI yang diketahui AFC. Pertemuan akan dilaksanakan sekitar September. "Ya benar, rencananya akan dilaksanakan di Kuala Lumpur setelah lebaran," ujar Tri Goestoro.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin juga menyatakan sangat menyayangkan dibentuknya tim nasional tandingan oleh pihak KPSI dan dia akan segera melaporkan hal tersebut ke AFC dan FIFA. Alih-alih berdamai meskipun sudah dimediasi oleh AFC dengan dibentuknya JC, untuk menyelesaikan perseteruan, konflik PSSI dan KPSI malahan memanas lagi. KPSI baru-baru ini malah menegaskan akan membentuk timnas sendiri yang akan diikutkan ke Piala AFF 2012. Tim tersebut dipimpin oleh pelatih Benny Dollo.

"Kami sangat menyayangkan tindakan KPSI yang melanggar kesepakatan Joint Committe. Mereka sekarang justru membuat timnas tandingan. Mereka tidak menghargai sama sekali kesepakatan itu," cetus Djohar di kantor PSSI, akhir pekan lalu. "Saya akan melaporkan ke AFC dan FIFA melalui Joint Committee mengenai masalah ini. Pembentukan timnas di tengah kinerja JC. Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Todung Mulya Lubis (ketua Joint Committe -- Red). Dia sudah melaporkan."

Djohar juga sangat yakin bahwa timnas tandingan itu takkan diakui di mana-mana, karena dibentuk seanak-enaknya kubu La Nyalla.
"Tidak akan mungkin mereka diakui FIFA dan AFC. Karena FIFA dan AFC masih mengakui kepengurusan saya. Mereka mau bertanding di mana? Mereka tidak bisa langsung seperti itu," sergah dia.

Djohar juga mengaku sangat kecewa dengan keputusan PT. Liga Indonesia yang tetap akan mengelar kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim depan. Padahal, sesuai kesepakatan Joint Committee, kompetisi tidak boleh berjalan sampai menemukan liga profesional yang baru. "FIFA dan AFC sudah membentuk Tim Task Force yang sudah mengarahkan untuk menyelesaikan masalah melalui penandatanganan MoU.  "Kami tetap menjalankan Joint Commitee dan ini harus tetap berjalan. Masih ada waktu. Kami akan memanggil anggota JC untuk rapat kembali setelah lebaran atau September," pungkasnya. 

Sementara itu, di kalangan wartawan peliput sepakbola, kemarin, beredar kabar bahwa PSSI bakal segera melakukan perombakan dalam struktur mereka. Hal ini terkait dengan upaya mereka menciptakan kepengurusan yang bersih dan efisien. Menurut salah seorang pengurus PSSI, perombakan ini akan dilakukan oleh PSSI dalam pekan-pekan ini. Salah satu yang bakal digusur adalah pengurus-pengurus yang terindikasi tidak bersih dalam melakukan aktivitasnya.

"Ada pengurus yang terkena dugaan penggelapan uang tiket di penyisihan Piala Asia U-22 di Pekanbaru lalu," ungkap pengurus yang tidak mau disebut namanya tersebut pada Bola.net, beberapa waktu lalu. Sayang, ketika didesak siapa nama yang bakal digusur, pengurus tersebut enggan menjawab. Menurutnya, nama tersebut akan jelas seiring berjalannya waktu.

Selain itu, menurut informasi yang didapat wartawan, bukan hanya pengurus 'kotor' yang akan didepak. Pengurus-pengurus yang memiliki kinerja tidak memuaskan juga akan digeser. Menurut informasi lain yang diterima wartawab, minimal ada empat atau lima pengurus teras yang kemungkinan besar harus angkat kaki dari Senayan. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger