' Kondisi Gedung Mau Ambruk: Dewan Pertanyakan Banprov Rp 600 Juta - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Kondisi Gedung Mau Ambruk: Dewan Pertanyakan Banprov Rp 600 Juta

Kondisi Gedung Mau Ambruk: Dewan Pertanyakan Banprov Rp 600 Juta

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

KOTA CIREBON (LJ) – Anggota DPRD Kota Cirebon pertanyakan anggaran perbaikan gedung kesenian sebesar Rp 600 juta yang diambil dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Provinsi Jawa Barat tahun 2011. Pasalnya, meski sudah digelontorkan anggaran ratusan juta untuk merenovasi, namun kondisi gedung kesenian yang terkenal dengan sebutan Nyimas Rarasantang itu hingga saat ini belum juga ada perbaikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Diketahuinya kondisi aset pemerintah itu belum diperbaiki, ketika para wakil rakyat melakukan kegiatan reses dengan mendatangi gedung tersebut. Melihat keadaannya sangat memprihatinkan, karena hampir seluruh atap plafon gedung ambruk membuat anggota dewan kaget.

seperti dikatakan Agus Talik,anggota DPRD Kota Cirebon yang saat itu ikut kegiatan reses, pihaknya mempertanyakan aliran dana Provinsi Jabar yang diperuntukan merenovasi gedung tersebut pada tahun 2011 lalu."Katanya habis direnovasi, tapi tidak ada bekasnya. Buktinya, kondisi gedung malah hancur dan nyaris roboh, kalau seperti ini kemana aliran dana bantuan provinsi senilai Rp 600 juta itu," ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain gedung kesenian, Agus juga mengkritik kinerja Pemkot Cirebon yang terkesan membiarkan kondisi aset Gedung Wanita. Sebab saat ini kondisinya tak jauh beda dengan gedung kesenian yang nyaris ambruk karena tidak dirawat. "Lihat saja kondisi gedung wanita, tak terurus dan kumuh, bahkan lebih pantas seperti kandang hewan," jelasnya.

Hal senada diutarakan Lili Eliyah, Ketua tim reses asal daerah pemilihan (dapil) 2 saat memasuki gedung kesenian. ia mengaku kecewa terhadap pemerintah.

"Masya Allah, ini sih lebih pantas disebut lokasi uji nyali," katanya yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon.
Saat rombongan anggota dewan masuk, langsung tercium aroma tidak sedap yang bersumber dari kotoran binatang yang banyak ditemukan di halaman gedung.

Selain kondisi gedung memprihatinkan, halaman gedung dipenuhi banyak kotoran itik dan binatang lainnya.
"Ini lebih parah dari kandang ayam. Kotoran binatang ada di mana-mana, atap gedung hancur, sepertinya tinggal menunggu waktu untuk ambruk," jelasnya.

Sementara, Tata, Kepala Seksi bagian Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) Kota Cirebon mengakui mendapat bantuan anggaran dari provinsi untuk renovasi gedung tersebut.

Namun menurutnya, anggaran Rp 600 juta dari Pemprov Jabar hanya diperuntukkan merenovasi atap seluruh gedung, plafon atap gedung bagian depan, pengecatan, dan perbaikan WC.

"Kalau dengan bagian dalam atau secara keseluruhan jelas anggarannya kurang. Makanya kami lakukan secara bertahap," jelasnya.
Tata sendiri tidak yakin, jika renovasi gedung kesenian dilakukan secara bertahap bisa menyelesaikan persoalan. "Karena faktanya, lihat saja Gedung Wanita. Karena anggarannya bertahap, perbaikan pun dilakukan secara bertahap. Akibatnya hasilnya tidak memuaskan," akunya.

Tahun 2012, lanjutnya, pihaknya sudah mengajukan alokasi anggaran, baik ke Pemprov, APBN maupun APBD, dengan besaran yang sama yakni Rp 2.5 miliar. Akantetapi, tidak ada satu pun sumber anggaran yang turun. "Tahun 2013 kami ajukan kembali. Mudah-mudahan bisa terealisasi," tukasnya. SUP/TUS/NAN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger