' Klub eks Anggota Persib Tuntut Pengembalian Saham di PT.PBB - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Klub eks Anggota Persib Tuntut Pengembalian Saham di PT.PBB

Klub eks Anggota Persib Tuntut Pengembalian Saham di PT.PBB

Written By dodi on Wednesday, August 8, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Sebanyak 36 klub eks anggota Persib Bandung membentuk PT Persib 1933 dengan tujuan utama mengembalikan saham milik 36 klub eks anggota Persib yang selama ini dimiliki para komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), selaku pengelola Persib saat ini. Setelah tertunda satu tahun, PT Persib 1933 akhirnya dilaunching di Sekretariat PSSI Kota Bandung, Selasa (7/8), walau secara hukum belum disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"PT Persib 1933 ini dibentuk untuk meluruskan Persib khususnya dari struktur kepemilikan saham," ujar inisiatior PT Persib 1933, Dudi Sutendi kepada wartawan. Dijelaskannya, saat pembentukan PT PBB pada 2009, Walikota sekaligus Ketua PSSI Kota Bandung Dada Rosada menitipkan saham 36 klub eks anggota Persib kepada lima komisaris PT PBB yaitu Kuswara S Taryono, Umuh Muhtar, Zainuri Hasyim, Iwan Hanafi dan Yoyo S Adireja. Sebab saat itu 36 klub belum punya badan hukum.

Lima komisaris tersebut kemudian mendapat 30 persen saham di PT PBB yang harusnya jadi hak 36 klub. "Tapi dalam perjalanannya, saham milik 36 klub itu jadi milik perorangan, bukan milik 36 klub," jelasnya. Dengan alasan itu, 36 klub kemudian membentuk badan hukum dengan nama PT Persib 1933. Namun badan hukum tersebut belum punya kekuatan karena belum disahkan Kemenkumham. "Mudah-mudahan prosesnya selesai dalam waktu dekat sehingga PT Persib 1933 punya kekuatan hukum," harap Dudi.

Jika sudah punya kekuatan hukum, PT Persib 1933 akan akan membicarakan persoalan saham dengan jajaran komisaris dan direksi PT PBB. Dada Rosada pun secepatnya akan mengirim surat ke PT PBB untuk meminta adanya pertemuan antara kedua belah pihak.
Soal bagi-bagi saham termasuk prosentasenya, hal itu akan dibicarakan kemudian. Dengan begitu, tak ada pihak yang merasa dirugikan. Karena selama ini, PS seolah jadi pihak yang dirugikan akibat saham mereka di PT PBB dikuasai perorangan.

"Nanti Pak Dada akan minta (ke PT PBB) untuk diadakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Luar Biasa," ucap Dudi. Nantinya, sambung Dudi, PT Persib 1933 akan berada di bawah naungan PT PBB. Namun ada pembagian yang jelas baik saham atau kebijakan antara PT PBB dan PT Persib 1933.

Setelah 36 klub yang diwadahi PT Persib 1933 kembali memiliki saham, diharapkan mereka bisa ikut andil dalam membangun skuad Persib. Misalnya mereka berupaya membina dan menyalurkan bibit pemain mudanya ke skuad 'Maung Bandung'. Karena selama ini, pemain binaan 36 klub itu banyak yang tidak dipakai atau masuk ke jajaran tim untuk ikut di kompetisi.

Dalam kesempatan itu, Dudi pun menegaskan bahwa PT Persib 1933 tak akan membuat klub baru sebagai klub tandingan bagi Persib yang berada di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). "Tidak, insya Allah kita tidak akan bikin klub baru atau klub tandingan," ujarnya.

Wacana pembentukan klub Persib 1933 memang sempat mencuat sekitar setahun lalu. Namun akhirnya PT Persib 1933 memutuskan tidak membentuk klub baru. Alasannya, PT Persib 1933 ingin fokus mengembalikan saham yang harusnya jadi hak 36 klub eks anggota Persib. "Kita tegaskan, kita tidak ada pemikiran untuk membentuk klub tandingan," tegas Dudi seraya menambahkan PT Persib 1933 sudah punya struktur pengurus mulai dari direksi hingga komisaris dan unsur pengurus lain. FER/Dtb
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger