' Kinerja UPJ PLN Cibitung Dikeluhkan Masyarakat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kinerja UPJ PLN Cibitung Dikeluhkan Masyarakat

Kinerja UPJ PLN Cibitung Dikeluhkan Masyarakat

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

KAB BEKASI (LJ) – Kinerja Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Cibitung dikeluhkan sejumlah konsumen. Berawal dari seorang warga Desa Harja Mekar Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Husni (40) yang mengajukan penambahan daya listrik dari 1300 watt menjadi 2200 watt. Pengajuan penambahan daya itu dilakukan Husni pada Desember 2011 lalu.

“Setelah dikerjakan oleh petugas PLN dari rayon Cibitung, tampak beberapa kejanggalan pada KWH yang terpasang. Seperti, segel NCB tidak terpasang, NCB bukan asli dari PLN, segel KWH tidak ada dan angka dimeteran lebih besar dari jumlah angka yang ada direkening PLN,” ujar Husni kepada LINGKAR JABAR, Selasa (31/7).

Husni mengaku keesokan harinya langsung complain dengan mendatangi kantor PLN dan diterima oleh dua orang staf PLN, Heru dan Sarbanu. Dari hasil pertemuan itu, pihak PLN akan menindaklanjuti laporan yang dilakukan Husni. “Saat itu, Sarbanu berjanji akan menindaklanjuti laporan saya. Tapi setelah tujuh bulan lebih, tidak ada realisasinya,” ungkap Husni seraya mengaku kecewa dengan pelayanan UPJ PLN Cibitung yang telah merugikan konsumen.

Hal yang sama juga dikeluhkan dr Nia (34), seorang pelanggan PLN warga Jakarta yang memiliki rumah kos-kosan. Dia mengaku selalu membayar tagihan listrik melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Namun betapa terkejutnya saat akan membayar tagihan listrik bulan Maret 2012 yang membengkak hingga Rp80 juta. “Biasanya saya hanya membayar Rp600 ribu per bulan. Tapi tiba-tiba tagihan saya mencapai Rp80 juta perbulan. Memangnya saya mempunyai perusahaan harus membayar tagihan sebesar itu,” keluhnya.

Complain-pun dilakukan dr Nia dengan mendatangi Kantor PLN Cibitung. Lagi-lagi Dr Nia ditemui oleh Heru yang menjawab bahwa system PLN sedang mengalami gangguan. Anehnya, Heru dengan gampang mengatakan bahwa untuk mengambil dana yang terlanjur masuk ke rekening PLN, pelanggan harus menunjukkan surat kepemilikan rumah dan KTP atas nama pemohon dalam rekening. “Birokrasinya sangat berbelit-belit,” paparnya.

Menyikapi hal itu, Kepala UPJ PLN Cibitung, Wawan Setiawan hanya berjanji akan segera menyelesaikan masalah keluhan para pelanggan dengan melakukan crosscheck dilapangan. “Kami akan tindaklanjuti dengan melakukan crosscheck dilapangan. Kami minta maaf dengan pelayanan karyawan kami yang tidak maksimal,” pungkasnya. RZL

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger