' Ketua BKD Kecewa Paripurna Mendadak Batal Dilakukan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ketua BKD Kecewa Paripurna Mendadak Batal Dilakukan

Ketua BKD Kecewa Paripurna Mendadak Batal Dilakukan

Written By dodi on Thursday, August 16, 2012 | 8:00 AM

KAB.GARUT (LJ) - Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) Kabupaten Garut, Yayat Hidayat mengaku kecewa atas batalnya agenda rapat paripurna pembahasan perubahan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2012. Batalnya rapat penting itu, gara-gara sejumlah pimpinan DPRD bersama Bupati Garut, Aceng HM Fikri melakukan rapat tertutup membahas soal kendaraan mobil dinas eks atau bekas mantan Wakilbupati Garut, Dicky Chandra yang digunakan oleh orang tak jelas.

 "Bagaimana saya tidak kecewa atas pembatalan paripurna ini, karena rapat ini sangat penting dilaksanakan, dibandingkan membahas soal eks mobil dinas mantan wakilbupati," ungkapnya kepada Lingkar Jabar, kemarin.

Menurut dia, baru kali pertama agenda rapat seperti sekarang yang akan dilakukan mendadak batal dan gagal digelar. Padahal, semua anggota dewan sudah hadir untuk mengikuti paripurna tersebut. "Bukan saya saja yang kecewa, tapi dewan lainpun merasakan hal sama," paparnya.

Seperti ditegaskan, Wakil Ketua DPRD Garut Lucky Lukmansyah Trenggana, batalnya rapat paripurna, karena waktunya hampir habis dipergunakan dalam rapat tertutup tersebut.

 “Tadi merupakan klarifikasi awal dari semua Fraksi kepada bupati,tentang mobil dinas yang digunakan oleh orang yang bukan haknya memaki mobil dinas tersebut,” tuturnya.

Lucky mengungkapkan,tanpa disadari ternyata pembicaraan tersebut memakan waktu cukup lama,sehingga kalau rapat dilaksanakan tidak akan selesai sebelum  jam 00.00,sebab agendanya berupa kata akhir dari masing-masing Fraksi dan Pengambilan keputusan DPRD.

Luky menegaskan, DPRD Memang mengagendakan dan merencanakan memangil bupati Garut untuk mengklarifikasa kasus mobil dinas wakil mantan bupati garut yang di pakai oleh yang bukan haknya itu. "Pemangilan pada acara LKPJ waktu lalu berikut jawaban bupati atas kasus mobil dinas ter sebut belumlah cukup.
Kasus ini, saya anggap belum selesai," tegasnya.

Bupati Garut, Aceng HM fikri ketika di minta tanggapanya dengan enteng berkelit, mobil dinas tersebut dipakai sopirnya untuk mengantarkan berkas ke propinsi Jawa Barat,tapi ditengah perjalanan dipinjamkan sama sopirnya entah kepada siapa," ujarnya.

Sementara, Ketua LSM Lembaga Komitmen Tim Komite nasional Korda Garut, Andri Rahman Dani menyatakan, mobil dinas tersebut dipakai sopirnya untuk mengantarkan Sales Interior ke Bandung, tetapi ditengan perjalanan kata dia, sopir Bupati itu diminta oleh si Puty untuk bergantian menyetir. "Jawaban Bupati Aceng,benar-benar berlawanan dengan BAP Polisi," jelasnya.

Lebih jauh Andri mengatakan,pihaknya mendesak seluruh anggota DPRD Garut tanggap dan peka terhadap aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Selama ini watak mereka tetap seperti dewan saat rezim Orde Baru berkuasa tunduk dan mandul pada top eksekutif.

Memang sejak Dicky Chandra mundur dari posisinya karena sudah tidak cocok lagi bersanding dengan Bupati Aceng, Mobil Dinas Dicky Chandra Toyota Fortuner  Warna Ailver Metalik Nopol Z 1205 PN diambil alih Bupati Garut,seharusnya dikembalikan ke bagian aset. Tapi faktanya dikeukeuweuk (dipakai-red) bupati Aceng.

Hal ini terungkap ke publik setelah di Pakai Cewe misterius bernama lengkap Puty Harissa Pratidinata Penduduk Jl,Sukamulya Indah No I-II Rt/w/05/04 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Bandung dalam kondisi teler menabrak mobil Pregio Silver Metalik Nopol D 7876 AI dan Sedan Toyota Corola warna abu-abu  metalik Nopol B 2254 KQ seputar Cipularang tanggal 11 juni dua bulan lalu.Bukti Puty menabrak dikuatkan  Sket /0 VI/2012 induk Cipularang.

 ”Kepada seluruh anggota Dewan masalah mobil Dinad harus diusut tuntas lewat hak angket,jika tidak kami beserta elemen pergerakkan lainnya akan demo besar-besaran mendesak hak angket segera dilakukan usai idul fitri,”tandasnya seraya mengatakan,karena dirinya punya bukti otentik dan akan saya buka karena jawaban Bupati benar-benar kontraproduktif alias berlawanan dengan fakta dan kejadian sebenarnya.Alasan Bupati masih menurut Andri terkesan seperti mencari kambing hitam sebab berlawanan dengan BAP Polisi dan Nampak Bupati seakan merekayasa kronologis kejadian.(BDN/JUL) 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger