' Keterkaitan Teroris dengan Penemuan Bahan Peledak Diselidiki - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Keterkaitan Teroris dengan Penemuan Bahan Peledak Diselidiki

Keterkaitan Teroris dengan Penemuan Bahan Peledak Diselidiki

Written By dodi on Thursday, August 30, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Aparat Kepolisian sampai kemarin (Rabu, 29/8) masih terus menyelidiki pemilik atau orang yang menaruh bahan peledak di bak sampah depan sebuah rumah, Jalan Natuna No 87, Kota Bandung. Dan Polisi juga menyelidiki keterkaitan teroris dengan bahan peledak tersebut. Untuk itu, pihak Kodam III/Siliwangi pun akhirnya siap turun tangan untuk membantu mengungkapnya.

"Ini kan (kasus penemuan amunisi) ditangani pihak Polri. Namun begitu, kami siap membantu juga. Bahkan, kami pun sudah mengecek kepada jajaran terkait penemuan amunisi tersebut. Tetapi hingga kini belum dipastikan amunisi itu milik anggota TNI," jelas Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Benny Effendy kepada wartawan, kemarin.

Benny mengaku, pihaknya sudah menyampaikan ke seluruh jajaran Kodam III/Siliwangi apakah amunisi berbahaya seperti peluru tajam, granat, dan bahan peledak, itu bagian dari milik kesatuan TNI atau bukan. Ia pun tak menampik kalau peluru tajam berkaliber 5,56 milimeter memang digunakan organik TNI dan Polri.

Benny melihat peluru tajam kaliber jenis seperti itu yang ditemukan di bak sampah, merupakan model lama buatan PT Pindad. Terkait penemuan amunisi berbahaya di lingkungan permukiman warga, sambung Benny, tentu saja menjadi perhatian pihaknya. "Kami akan intensifkan koordinasi dengan pihak kepolisian," tutup Benny.

Secara terpisah, Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana, mengatakan Polisi berusaha mendalami apakah keberadaan amunisi itu berkaitan dengan teroris, apalagi penemuan bom tersebut terjadi dua hari sebelum kedatangan Presiden SBY ke Bandung. "Kami belum simpulkan apakah amunisi tersebut ada kaitannya dengan teroris. Masih dalam penyelidikan," kata Rosdiana.

Sejumlah saksi, lanjut dia, sudah dimintai keterangan. Juga memeriksa pemulung pertama kali menemukan amunisi berbahaya itu yakni Asep. "Untuk mempermudah penyelidikan, bisa juga peluru yang ditemukan itu nantinya diuji balistik," jelas Rosdiana.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan datang ke Bandung hari ini (Kamis, 30/8) untuk menghadiri acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Merdeka. Pengamanan terhadap kepala negara tersebut dilakukan sesuai prosedur tetap (protap). Salah satunya menyiagakan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jabar. "Ada satu unit Tim Jibom yang disiagakan," kata Rosdiana.

Sebanyak 1.452 polisi didukung 1.200 personel TNI disiagakan untuk mengamankan kedatangan SBY selama di Bandung. Jumlah tersebut terdiri dari 1.102 personel jajaran Polrestabes Bandung, dan 350 personel dari Polda Jabar. "Dijadwalkan, presiden hanya datang ke Gedung Merdeka saja. Akan hadir juga dalam acara tersebut antara lain Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Menristek Gusti Muhammad Hatta, dan BJ Habibie," jelas Rosdiana.

Pola pengamanan dilakukan, kata Rosdiana, menerapkan sistem tertutup dan terbuka. Ia menyebutkan, pihak kepolisian berada di ring II dan III. Sedangkan pengamanan di ring I disiagakan personel TNI dan Paspampres. "Anggota polisi menjaga di sekitar Jalan Asia Afrika dan Alun-alun. Seluruh satuan seperti reskrim dan lalu lintas turut dilibatkan dalam pengamanan," pungkasnya. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger