' Kejari Cibinong Dituding Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kejari Cibinong Dituding Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi

Kejari Cibinong Dituding Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Penangkapan AY, mantan Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, oleh jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong pada Jumat (28/7) lalu, masih menyisakan pertanyaan besar. Penjeblosan AY ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg Cibinong itu dituding kental unsur politis ketimbang penegakan hukum yang adil. Pasalnya, sejumlah kasus dugaan korupsi lain yang lebih dulu ditangani Kejari Cibinong sampai sekarang belum jelas kelanjutannya, apalagi penetapan tersangkanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (Lekas) Ronny Syahputra bahkan menilai penahanan AY terkesan dipaksakan atau seperti hendak mengejar target tertentu. Sebab sebelum kasus proyek peningkatan Jalan Sukahati-Kedunghalang diselidiki, Kejari Cibinong sudah menyelidiki kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan gedung dan ambruknya pagar kantor Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman. Namun sejak dimulainya penyelidikan pada Maret lalu sampai sekarang, penyidik Kejari Cibinong belum menghasilkan apa-apa.

"Kalau mau fair, kasus-kasus lain yang ditangani lebih dulu mestinya diselesaikan dulu. Wajar jika publik merasa ada yang ganjil, kenapa dalam penanganan kasus Jalan Sukahati-Kedunghalang ini Kejari bisa begitu cepat menetapkan tersangka dan menahannya. Sementara penyelidikan kasus korupsi pembangunan pagar dan gedung Dinas Tata Bangunan terkatung-katung sampai sekarang. Dan kenapa Kejari juga lamban menangani kasus dugaan penyelewengan dana BOS 2011 yang sudah menjadi temuan BPK?" kata Ronny kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain itu, Ronny pun mengkritik cara kerja Kejari Cibinong yang menumpukan semua kesalahan pada pejabat Dinas Binamarga dan Pengairan. Padahal, yang diusut adalah dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek jalan. Maka sepantasnya, tambah Ronny lagi, pengusaha yang mengerjakan proyek jalan tersebut juga ditetapkan menjadi tersangka. "Saya dengar oknum pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut juga meminjam bendera, bukan menggunakan perusahaan sendiri. Saya kira sudah sepatutnya pengusaha itu menjadi tersangka dan ditahan," tegas Ronny.

Menanggapi tudingan tersebut, Kasi Intel Kejari Cibinong, Bayu Adhinugroho membantah keras serta menilai tindakan yang dilakukan jajarannya telah melalui prosedur. Pasalnya, penahanan AY sepenuhnya kewenangan penyidik sesuai yang diatur didalam KUHP. “Didalam aturannya, penyidik bisa menahan dengan alasan, tersangka khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan melakukan hal serupa lagi. Jadi tiga kriteria itu, yang menjadikan AY harus ditahan,” ucap dia kepada LINGKAR JABAR saat dihubungi lewat telepon genggamnya.

Selain itu, alat bukti untuk melakukan penahanan AY sudah terkumpul. Dan tersangka sudah mengarah kearah keterpidanaan. “Maka kami tegaskan sekali lagi, penahanan AY tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik,” jelas Bayu. Ditanya kenapa penanganan kasus AY hingga ke penahanan begitu cepat, kembali Bayu menjelaskan, apabila kasus di DBMP terutama untuk masalah proyek pelebaran Jalan Raya Kedunghalang-Sukahati sudah diselidiki mulai dari bulan Februari lalu. “Memang saat kami melakukan penyelidikan terhadap proyek itu, secara tertutup dan tidak dipublikasikan. Baru setelah kasusnya meningkat jadi penyidikan, kami terbuka kepada publik,” paparnya.

Kapan Kejari melakukan pemanggilan paksa pengusaha atau pelaksana proyek jalan itu, ia menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa melaksanakan penjemputan secara paksa karena baru melayangkan surat panggilan kedua, dengan batas waktu pemanggilan tanggal 31 Juli (kemarin,red). “Untuk melayangkan surat panggilan ketiga kepada pengusaha PT. Damo Sipon, kami akan berdiskusi dengan tim kapan waktunya,” tukas Bayu. DED

 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger