' Kejari Cibinong Bidik Pengusaha Peminjam Perusahaan Pemenang Proyek - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Kejari Cibinong Bidik Pengusaha Peminjam Perusahaan Pemenang Proyek

Kejari Cibinong Bidik Pengusaha Peminjam Perusahaan Pemenang Proyek

Written By dodi on Tuesday, August 7, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong hingga kini masih kesulitan untuk memeriksa Direktur Utama PT Darmo Sipon, CP, serta seorang pengusaha berinisial AR yang memenangkan kontrak kerja proyek Jalan Kedunghalang-Sukahati senilai Rp 10,3 miliyar, AR. Meski sudah tiga kali melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada CP, namun penyidik Kejari Cibinong belum mendapat jawaban apapun dari CP. Demikian juga kepada AR, Kejari Cibinong masih belum berhasil menghadirkannya dalam pemeriksaan.

Kasus korupsi ini kian menarik, sebab belakangan ini terungkap adanya kejanggalan terkait proyek jalan itu, dimana PT Darmo yang berkedudukan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hanyalah dijadikan sebagai bendera pinjaman oleh pengusaha berinisial AR. Terjadinya kasus dalam pengerjaan proyek tersebut, justru terjadi lantaran proyek PT Darmo di dikerjakan oleh pengusaha lain, bukannya oleh PT.Darmo sendiri. Keterangan sejumlah saksi pun menyebutkan bahwa AR merupakan aktor intelektual dalam kasus korupsi tersebut.

Kasi Intel Kejari Cibinong, Bayu Adhinugroho mengakui, memang banyak saksi atau keterangan yang diperoleh mengaitkan kasus proyek peningkatan jalan Sukahati-Kedunghalang dengan AR. “Namun secara hukum kita harusnya buktikan itu, jika kuat mengarah ke dia tentu akan dilakukan penindakan,” jelasnya saat dihubungi LINGKAR JABAR melalui telepon selulernya, kemarin malam. Tentang adanya dugaan PT Darmo adalah perusahaan bodong, Bayu mengatakan yang pasti hingga saat ini pihaknya belum mendapat jawaban apapun dari CP selaku pemilik PT Darmo. Dengan begitu, bisa jadi Kejari akan melakukan upaya panggil paksa.

Sementara keterangan seorang sumber di lingkungan Kejaksaan menyebutkan, sejumlah perusahaan yang mendapat proyek di Kabupaten Bogor tahun 2011 diketahui adalah perusahaan bodong. Salah satunya, sebuah perusahaan yang diketahui mendapat proyek pembangunan jembatan PDAM Jalan Raya Tegar Beriman senilai Rp 6,2 miliar. Setelah ditelisik, perusahaan yang berkantor di sebuah ruko dua lantai di kawasan Duren Sawit Jakarta Timur itu sudah tidak beroperasi lagi. "Sudah lama diketahui, siapa saja bisa membeli dan menjual bendera perusahaan untuk kepentingan tertentu," ujar sumber ini.

Terkait PT Darmo, sejumlah informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR menyebutkan AR disebut-sebut tidak terlibat langsung dalam perjanjian dan kontrak yang diakukan  perusahaan  tersebut dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Pemkab Bogor setelah mendapat limpahan proyek. Seluruh urusan legal formal tersebut diserahkan AR kepada istrinya, SY. Tak heran, kalau  belakangan SY harus  mondar mandir ke Kejari Cibinong untuk diperiksa.

"AR melalui SY ini diketahui intensif melakukan pembicaraan dan lobi-lobi ke AY, pejabat DBMP yang menjadi tersangka,” ujar sumber yang enggan namanya dikorankan. AY dan SY pada Jumat (3/8) lalu dan kemarin, kembali diperiksa Kejari untuk  pendalaman keterlibatan AR dalam kasus tersebut. AR sendiri, dikenal sebagai pengusaha yang tiba-tiba melejit lantaran memiliki hubungan khusus dengan sejumlah petinggi di instansi hukum. Konon, karena dibekingi pejabat yudikatif itulah, AR mendapakan sejumlah proyek bernilai miliaran Rupiah dari pejabat DBMP.

Terkait kasus dugaan korupsi proyek Jalan Sukahati-Kedunghalang, Kejari Cibinong sudah menetapkan AY, mantan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pembangunan Jalan pada DBMP (Dinas Bina Marga dan Pengairan) Kabupaten Bogor, sebagai tersangka. AY kemudian dijebloskan ke rumah tahanan Pondok Rajeg-Cibinong-Kabupaten Bogor pada akhir bulan Juli lalu. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger