' Kejahatan di Wilayah Polda Jabar Tertinggi Kedua se-Indonesia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kejahatan di Wilayah Polda Jabar Tertinggi Kedua se-Indonesia

Kejahatan di Wilayah Polda Jabar Tertinggi Kedua se-Indonesia

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM


BOGOR - Arus mudik Lebaran sudah tiba. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo pun telah meresmikan Operasi Ketupat 2012 pada Jumat (10/8) lalu untuk pengamanan selama arus mudik Lebaran. Namun, walau aparat Polri sudah berupaya maksimal melaksanakan tugas pengaman, aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas tetap saja terjadi. Dari hasil pengawasan sejak operasi Ketupat digelar 3 hari lalu, Markas Besar Polri mencatat tingkat kejahatan setidaknya terjadi di lima wilayah Polda. 

Mabes Polri menyebut wilayah hukum Polda Jabar tercatat peringkat kedua tertinggi terjadinya kasus kejahatan. "Polda yang kejahatan tertinggi selama H-9, yaitu Polda Jawa Timur 37 kasus, Jawa Barat 32 kasus, Jawa Tengah 15 kasus, Jambi 10 kasus, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur 10 kasus. Ini 5 besar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/8).

Polri terus melakukan analisis dan evaluasi terhadap situasi keamanan, ketertiban masyarakat selama dua hari itu. Di dua hari terakhir dibanding dengan hari sebelumnya, tingkat kejahatan pencurian dengan pemberatan di seluruh Indonesia turun sebanyak 71 persen, yakni pada angka 54 kasus.

Kemudian untuk pencurian dengan kekerasan, dibandingkan antara H-9 dengan H-8, menjadi ada penurunan 27 persen. H-9 sebanyak 15, H-8 itu ada 11 kasus. Hanya saja, pada H-8, terdapat kasus pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjatai.
"Pencurian disertai kekerasan dengan senjata api ada dua," ujar Boy. Dia melanjutkan, untuk kasus pencurian kendaraan bermotor di seluruh Indonesia pada H-9, 51 kasus, dan H-8, 44 kasus.

Polisi mengklaim ada penurunan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor sebesar 14 persen. Sementara itu, untuk kasus penganiayaan pada H-9, ada satu penganiayaan berat, dan H-8, dua kasus. "Petugas kepolisian tidak dapat untuk selalu berada di lokasi rawan, karena jalan yang begitu panjang. Penurunan sniper disesuaikan kebutuhan, jika dianggap aman tidak perlu. Kalau banyak bajing loncat akan ditingkatkan pengawasan-pengawasan," jelasnya.

Dalam Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Jaya-2012", Polri menurunkan 88.230 personel di seluruh Indonesia untuk pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012. Boy menuturkan, polisi terus memantau situasi kamtibmas dan arus mudik menjelang maupun setelah Lebaran. Terkait dengan pengamanan mudik, Polda Jabar sendiri mengerahkan sebanyak 34.104 personel yang terdiri 20.184 personel, dibantu TNI sebanyak 3.240 personel, Dishub sebanyak 2.800 personel, Sat pol PP sebanyak 786 personel. 

Kemudian, petugas dari Dinas Kesehatan sebanyak 4.251 personel, aparatur Dinas Bina Marga sebanyak 415 personel, personil Pemadam Kebakaran sebanyak 310 personel dan anggota SAR berjumlah 200 personel. Sementara Potensi Masyarakat/Mitra yang dilibatkan sebanyak 1.918 personel, terdiri dari Orari 647 personel, Pramuka 649 personel dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) 623 personel. PHD
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger