' Kebijakan Pemkab Cirebon Rugikan Nelayan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kebijakan Pemkab Cirebon Rugikan Nelayan

Kebijakan Pemkab Cirebon Rugikan Nelayan

Written By dodi on Thursday, August 9, 2012 | 8:00 AM

KAB. CIREBON (LJ) – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon yang akan menjadikan Pantai Barro Gebang sebagai obyek wisata bahari menimbulkan pro kontra dari para nelayan. Pasalnya, rencana itu dinilai bisa menghilangkan mata pencaharian mereka yang setiap harinya sebagai petani nelayan. 
Seperti diungkapkan Sekretaris Jendral SNI, Budi Laksana, seharusnya sebelum Pemkab Cirebon mengeluarkan kebijakan, terlebih dulu melihat dampak positif maupun negatif yang akan dirasakan warga terutama nelayan. Sebab yang menjadi permasalahan para nelayan tradisional saat ini, tidak berfungsinya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang mengakibatkan para nelayan selalu bergantung kepada bakul (tengkulak).
Menurutnya, bila rencana Pantai Barro diseluap menjadi obyek wisata bahari dengan mengubah bentuk TPI menjadi Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI), hanya kapal besar saja dengan kapasitas di atas 5 grasston yang akan masuk kewilayah tersebut. “Ini tentu akan menyingkirkan para nelayan tradisional yang hanya menggunakan perahu berkapasitas di bawah 5 grasston,” ujarnya kepada Lingkar Jabar, kemarin.
Jika tujuannya hanya untuk meningkatkan PAD, kata Budi, harusnya Pemkab Cirebon lebih fokus untuk menghidupkan atau memfungsikan TPI, sehingga para nelayan tradisional yang ada disekitar Gebang bisa meningkatkan penghasilannya dan tidak terjerat kepada para bakul. “Bila TPI berfungsi, Pemkab Cirebon bisa menggenjot PAD dari situ,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan tokoh nelayan Gebang, Edi Syamsuri, jika melihat potensi nelayan Gebang yang didomanisi para petani nelayan harian, maka akan sangat punya peluang besar untuk meningkatkan PAD, apabila Pemkab Cirebon dalam hal ini Dislakan (Dinas Kelautan dan Perikanan) bisa memfungsikan TPI.
 "Karena dengan hasil tangkapan nelayan harian, selama ini yang paling diburu oleh para tengkulak ikan," jelasnya.
Namun, Edi menyetujui wacana alih fungsi dari TPI menjadi PPI apabila pemerintah sudah menjadikan lokasi itu berfungsi dengan baik. “Para nelayan tradisional bisa melihat dan mempelajari bagaimana proses penjualan hasil tangkapan yang sesuai dengan standar harga. Di samping itu, juga sisi lain dari rencana pengembangan obyek wisata yang dipastikan pendapatan tambahan untuk nelayan ataupun keluarga nelayan sudah dipastikan akan ada tambahan,” pungkasnya. GYO/HEN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger