' Karawang Waspada Serangan Demam Berdarah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Karawang Waspada Serangan Demam Berdarah

Karawang Waspada Serangan Demam Berdarah

Written By dodi on Friday, August 10, 2012 | 8:00 AM

KARAWANG - Dari total jumlah 309 desa yang ada di wilayah Kabupaten Karawang-Jawa Barat, 59 Desa di antaranya masuk dalam kategori endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun demikian, Desa Pisang Sambo Kecamatan Tirtajaya yang pada pekan ini terjadi ledakan kasus DBD, bukan merupakan desa endemis. Karenanya, hal ini menjadi perhatian serius Dinkes setempat.

“Desa tersebut bukan termasuk desa endemis DBD. Bahkan, baru kali ini terjadi ledakan DBD di desa tersebut. Untuk penanggulangan penyebaran DBD, kami sudah melakukan berbagai tindakan ke desa tersebut,” ujar Programmer Bidang P2DBD Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang Dadang Wahyudin dalam keterangan persnya, baru-baru ini. Dadang menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi perkembangan kasus DBD di desa Pisang Sambo.

Menurutnya lagi, upaya yang telah dilakukan Dinkes untuk meminimalisasi kasus DBD di 59 desa, termasuk Desa Pisang Sambo, Dinkes melakukan cara pengasapan, pemberian obat Abate, pembersihan sarang nyamuk, dan pembinaan lainnya. “Selain pengasapan, tim pemantau jentik nyamuk juga ikut diturunkan. Kemudian, untuk pencegahan lanjutan, warga akan diberi obat pemutus mata rantai jentik nyamuk. Bahkan, mereka dibina untuk selalu mengutamakan kebersihan dirinya dan lingkungan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, akhir pekan lalu, puluhan warga di Dusun Pisang Sambo RT 01/01, Desa Pisang Sambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, terserang demam berdarah dengue (DBD). Salah seorang diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan catatan Puskesmas setempat, jumlah warga yang terserang DBD di wilayah itu mencapai 30 orang. Dari jumlah tersebut, satu diantarnya meninggal dunia atas nama Lia Rifanka (15).

Awalnya, korban mulai terlihat sakit sejak Sabtu (4/8/2012) lalu. Karena tak kunjung sembuh, korban dilarikan ke Puskesmas Medangasem. Karena kondisinya kritis, pada Minggu malam (5/8/2012), korban dirujuk ke Rumah Sakit Swasta di Rengasdengklok. Namun, sehari setelah mendapatkan perawatan medis nyawa korban tak tertolong. Dari keterangan tim medis menyimpulkan, dari gejalanya korban diduga kuat terserang DBD.

Mendengar adanya laporan warga yang meninggal akibat DBD, tim survilans dari Puskesmas Tirtajaya langsung menelusuri lingkungan di sekitar kediaman korban. Saat melakukan survey, ternyata di RT tersebut ada 12 orang yang mengalami gejala sama yakni panas tinggi yang kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tirtajaya.

“Ke 12 orang itu, langsung dicek darah. Darah mereka diteliti di laboratorium. Hasil cek darah itu pun sangat mengejutkan. Ternyata, tujuh dari 12 pasien yang ada, positif terjangkit DBD. Selain itu, kondisi kesehatan ketujuh pasien tersebut terus menurun. Akhirnya, mereka dirujuk ke RSUD Karawang. Sisanya, menjalani perawatan di Puskesmas,” kata Kepala Puskesmas Tirtajaya, Eko Susanto.

Diakui Eko, setelah ke 12 warga dibawa ke Puskesmas, Senin malam (6/8/2012), sebanyak 17 warga lainnya berdatangan. Mereka, mengeluhkan gejala yang sama seperti pasien yang terserang DBD. Namun, kondisi mereka masih cukup stabil. Karena itu, penanganannya hanya diberikan pengobatan. Dengan kata lain, 17 warga tersebut hanya berobat jalan.

Menurut dia, meskipun lingkupnya hanya sebatas di kecamatan, kasus DBD yang menyerang warga di Dusun Pisang Sambo ini merupakan kejadian luar biasa (KLB). Dikatakan KLB, lantaran di dusun tersebut indikatornya lebih dari 10 orang yang terjangkit DBD. Bahkan, seorang di antaranya meninggal dunia. Meskipun, penyebab korban meninggal masih belum diketahui kejelasannya.
“Kami belum dapat laporan apakah korban meninggal itu akibat DBD atau penyakit lain. Sebab, bukan kami yang menangani,” jelas Eko. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger