' Kabupaten Cirebon Mencekam Bentrokan Warga Kembali Terjadi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kabupaten Cirebon Mencekam Bentrokan Warga Kembali Terjadi

Kabupaten Cirebon Mencekam Bentrokan Warga Kembali Terjadi

Written By dodi on Thursday, August 30, 2012 | 8:00 AM

KAB. CIREBON (LJ) - Wilayah Kabupaten Cirebon kembali mencekam, kalau sebelumnya aksi saling serang terjadi antara warga Blok Budi Raja dan Singapura Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunungjati. Kali ini giliran warga Desa Purwawinangun,Kecamatan Suranenggala dengan warga Desa Sirnabaya Kecamatan Gunungjati, Selasa malam (28/8) pukul 23.00. Terjadinya bentrokan warga itu diduga masalah sepele, yakni warga yang bermukim didua kecamatan berbeda itu saling ejek satu sama lainnya. 

Berdasarkan keterangan salah satu saksi mata, Adi (20), saat itu ada segerombolan pemuda mengendarai sepeda motor sambil membawa bermacam senjata tajam, seperti panah, benda tumpul, jeruji, batu, senapan angin dan bom molotov. Entah siapa yang memulai, aksi saling ejek terjadi sehingga perangpun tak bisa dihindarkan lagi, Warga dari dua desa tersebut terlibat saling serang yang sangat sengit. “Kejadiannya sekitar jam sebelas malam, dari informasi sih akibat saling ejek," ungkapnya.

Salah satu warga lainya, Sarah, mengaku kaget dengan terjadinya peristiwa itu. Dia mengatakan, saat kejadian, dirinya sedang tertidur. Sewaktu mendengar kabar dan teriakan histeris warga kalau terjadi tawuran, dirinya terbangun dan segera melihat kondisi sekitar. “Gimana nggak panik Mbak, waktu kejadian, saya lagi tidur. Tahu-tahu ada yang bilang kalau ada perang, saya akhirnya terbangun,” ujarnya.

Akibat perang antarwarga itu, sedikitnya 3 rumah terbakar dan sekitar 60 warga terluka. Para korban dilarikan kebeberapa tempat, mulai dari Puskesmas Suranenggala, Rumah Sakit Pelabuhan dan RSUD Gunung Jati (RSUDGJ) Kota Cirebon.
Pantauan Lingkar Jabar di lokasi kejadian, tiga orang korban yakni Kirno (17), Bambang (16) dan Gilang A D (17) menjalani perawatan di RS Pelabuhan Kota Cirebon.

Tawuran tersebut membuat warga dua desa panik. Mereka berhamburan keluar rumah dan mencari tempat yang aman. Polisi dan TNI merangsek masuk setelah Dandim 0620 Letkol ARH Jamaah memberikan perintah maju. Namun saat petugas masuk, warga melemparinya dengan bom molotov. Tembakan peringatan pun tidak digubris oleh warga.

Kasi Ekbang Dewa Purwawinangun, Wadupai membenarkan bila sedikitnya tiga rumah di Desa Purwawinangun dibakar warga. Belasan rumah pun rusak akibat lemparan batu dan senjata lainnya. “Hingga saat ini kita masih berjaga-jaga. Yang pasti saya harap kondisi bisa kembali kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Jadimulya Kecamatan Gunungjati, Bambang Subrata merasa heran karena 3 hari sebelumnya telah dilakukan pertemuan antarkuwu se-Kecamatan Gunungjati, Suranenggala dan Kapetakan. Pertemuan itu membahas terkait kondusivitas lingkungan. “Tiga hari sebelumnya kami baru melakukan pertemuan antarkuwu. Dari rapat itu, kami mengagendakan ada jadwal piket keliling untuk menjaga kondusivitas antarkampung. Saya heran kenapa tawuran ini bisa terjadi lagi,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan pukul 02.00 WIB dini hari, aksi perang antardesa itu masih berlanjut. Belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Namun, suasana lokasi kejadian masih mencekam dan sejumlah aparat kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga. (pip/Gyo)C12
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger