' Jabon Investasi Masa Depan yang Kurang Diminati - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jabon Investasi Masa Depan yang Kurang Diminati

Jabon Investasi Masa Depan yang Kurang Diminati

Written By dodi on Thursday, August 9, 2012 | 8:00 AM

KAB.BANDUNG (LJ)-Setiap penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan pemerintah, bila tidak mendapat support dari masyarakat akan sia-sia saja.Disini, perlu adanya sebuah pemahaman mendasar yang harus segera ditanamkan antara pemerintah dengan masyarakat agar penyelenggaraan pembangunan bisa terealisasikan dengan baik.

Pernyataan diungkap mantan bupati Bandung, Obar Sobarna kepada LINGKAR JABAR ketika usai Acara Forum Ulama Umaro (FUU) di Rumah Dinas Bupati Bandung, kemarin malam.

Selain itu, lanjut H. Obar Sobarna, setiap pejabat harus bisa menyelami permasalahan ini dengan bijak. Sebab pembangunan yang diselenggarakan pemerintah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam hal ini diperlukan adanya sikap berkesinambungan agar pembangunan tersebut bisa menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat juga mendapat support dari masyarakat. Terutama pada aspek pembinaan komunikasi yang harmonis antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan demikian. Setiap pembangunan yang diselenggarakan pemerintah bisa dirasakan masyarakat dengan nyaman dan tenang karena adanya support,” tegasnya.
   
H. Obar Sobarna juga meminta segenap pejabat daerah untuk berprilaku positif dan tidak terlalu menonjolkan kekayaannya di tengah-tengah masyarakat. Sebab hal itu bisa mengakibatkan munculnya persepsi jelek dari masyarakat tentang pejabat-pejabat bersangkutan.

"Kalau mereka memang memiliki uang berlebih, daripada untuk membeli mobil dengan harga ratusan juta rupiah alangkah baiknya jika ditabung atau dibelikan tanah. Dengan harapan, saat mereka pensiun nanti bisa mendapatkan penghasilan lainnya dari bercocok tanam selain uang pensiun," jelasnya.

Salahsatu usaha yang bisa dikelola mereka ini, kata Obar adalah dengan bercocok tanam pohon Jabon atau Fast Growth Tree,sebab menurutnya, jenis tanaman ini, bisa dipanen dalam usia 5-7 tahun dengan ciri berbatang silinder, bebas cabang sampai 60% dari tinggi kayu, self pruning (kecenderungan untuk merontokkan cabangnya sendiri), minim mata kayu, dan mudah untuk dikeringkan.

Selain itu, katanya, tanaman ini tidak mudah diserang hama, kalau dimakan hanya daunnya saja, tidak kepada batangnya. Jenis ini tanaman ini, termasuk tumbuhan pionir yang dapat tumbuh di lahan terbuka/kritis seperti tanah liat, tanah lempung podsolik coklat dan tanah berbatu.

Kelebihan lainnya, bisa dipakai untuk sektor industri yakni kayu lapis karena minim mata kayu, bentuk batang yang silindris, bebas cabang, diameter besar dan memiliki serat lurus,serta mudah dikeringkan  yang terdapat dalam karakteristik pohon jabon.
Juga konstruksi bahan bangunan yang konon dulunya banyak menggunakan bahan baku kayu pinus dan kayu konifer, sejak jabon dibudidayakan, banyak pabrik yang beralih kepada jabon karena struktur kayu yang ringan dengan tingkat kekuatan yang cukup baik  yang sangat diminati oleh Negara Jepang karena banyaknya bencana alam yang terjadi di negara tersebut.

Selain itu dapat digunakan untuk pulp karena karakteristik kontur warna Jabon yang berwarna putih serta memiliki nilai artistik karena seratnya yang bisa digunakan variasi oleh arsitektur.(GUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger