' Gunakan Kwitansi Palsu Dua SMAN Lakukan Pungli - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Gunakan Kwitansi Palsu Dua SMAN Lakukan Pungli

Gunakan Kwitansi Palsu Dua SMAN Lakukan Pungli

Written By dodi on Thursday, August 2, 2012 | 8:00 AM

BEKASI (LJ) - Meski pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), namun tidak sedikit sejumlah sekolah terutama milik pemerintah melakukan pungutan liar (pungli). Seperti dilakukan dua sekolah tingkat atas, seperti SMAN 2 Tambun Selatan dan SMAN 1 Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi yang membebani para orangtua siswa dengan dalih untuk kebutuhan sekolah.

Di SMAN 2 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, orangtua siswa dipaksa oknum sekolah membayar uang iuran sebesar Rp 6.172.000 dengan alasan, biaya itu untuk gedung sekitar Rp 2,5 juta, sumbangan sarana dan prasarana bilingual Rp 1 juta, buku paket Rp 1.042.000, internet selama 1 tahun Rp 140 ribu, kartu sekolah beransuransi Rp 30 ribu, kartu perpustakaan pertahun Rp 25 ribu, foto keperluan administrasi sekolah Rp 30 ribu, excamp (pelantikan/perkemahan anggota exkul baru) Rp 230 ribu, seragam sekolah Rp 675 ribu dan SPP Rp 500 ribu.

"Bagi kami sebagai orangtua uang sebesar itu sangat memberatkan" ungkap orangtua siswa yang namanya enggan disebutkan kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sementara di SMAN 1 Cikarang Pusat, pihak sekolah mengutip untuk dana pembangunan sebesar Rp 2,7 juta, uang seragam Rp900 ribu, uang buku Rp 750 ribu, uang orientasi sekolah Rp 190 ribu dan SPP sebesar Rp275 ribu perbulan.

Sejumlah orang tua siswa mengaku sangat keberatan dengan biaya sekolah yang harus mereka keluarkan. Namun, mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena semua menyangkut masa depan anak-anaknya. “Kami tidak dapat berbuat apa-apa, anak kami sekolah disini,” ungkap orang tua siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan itu.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan pihak sekolah para orang tua siswa mengajukan biaya sebesar Rp 500 ribu. Akan tetapi,  usulan para orang tua siswa itu tidak digubris. Pihak sekolah langsung menetapkan biaya tersebut walaupun para orang tua siswa tidak setuju.

“Mau bagaimana lagi, kami tidak mempunyai kekuatan apapun, karena anak kami sudah masuk ke SMA Negeri 2 Tambun Selatan. Kami tetap akan membayar walaupun harus dengan cara berhutang,” keluhnya.

Anehnya, lanjut sumber yang dapat dipercaya, kwitansi bukti pembayaran dan stempel yang diberikan pihak sekolah kepada orang tua siswa tidak sama. Bahkan, untuk pembayaran biaya gedung sebesar Rp 2,5 juta menggunakan kwitansi SMAN 8 Tambun Selatan, tapi stempel yang tertera menggunakan stempel komite SMAN 2 Tambun Selatan. “Bisa jadi kwitansi berbeda itu untuk mengelabui orang tua siswa,” bebernya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rohim mengaku belum mengetahui informasi pungli di dua sekolah menengah atas itu. “Saya belum tahu, silahkan saja tanya langsung ke kepala sekolah,” ujarnya singkat.

Sayangnya, Kepala SMA Negeri 2 Tambun Selatan, Sajudi, sampai berita ini diturunkan belum bisa ditemui.
Menyikapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Milin Kartono menegaskan, diwilayah ini tidak ada SMAN 8 Tambun Selatan.  “Disini tak ada SMAN 8 Tambun Selatan,” pungkasnya. TAM
 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger