' E-KTP Gratis Di Sumedang Cuma Omong Kosong - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » E-KTP Gratis Di Sumedang Cuma Omong Kosong

E-KTP Gratis Di Sumedang Cuma Omong Kosong

Written By dodi on Tuesday, August 14, 2012 | 8:00 AM


KAB.SUMEDANG (LJ)-Gembar-gembor e-KTP gratis yang disampaikan oleh pemerintah pusat di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik ternyata tak digubris oleh aparat pelaksana pembuatan e-KTP yang ada di lingkungan Pemda Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Dalam kenyataannya di lapangan terjadi pungutan kepada masyarakat yang nilainya bervariasi mulai dari Rp.4 ribu hingga Rp.10 ribu per orang. Pungutan tersebut dilakukan oleh aparat pada saat mau pemotretan dan pengambilan e-KTP, seperti yang terjadi di Kecamatan Cimanggung Kab. Sumedang.

Menurut beberapa warga setempat, di antaranya ada yang dipungut Rp5 ribu dan Rp6 ribu untuk pemotretan, dan untuk mengambil KTP yang sudah jadi mereka dipungut lagi Rp2 ribu per orang.”Saya heran, katanya informasi berita di televisi e-KTP itu gratis tak dimintai biaya, tapi kok nyatanya bayar juga”, tutur Asep seorang warga yang kesal.

Saat diminta  keterangan LINGKAR JABAR kemarin,  petugas pelayanan e-KTP kecamatan Cimanggung, Rita, mengatakan bahwa pihak kecamatan tidak pernah meminta uang untuk pembuatan e-KTP, dan seraya mengatakan yang melakukan pungutan itu pihak aparat desa dan kecamatan tidak ikut campur.

Ketika ditanya untuk apa pungutan tersebut, Rita menjelaskan bahwa uang tersebut untuk transportasi, konsumsi, dan honor tambahan buat petugas serta untuk bayar listrik di desa masing-masing. “Itu semua urusan desa, kami tidak tau untuk apa saja, tapi yang jelas tidak ada jatah untuk kecamatan”, uangkap Rita.

Menurut Rita, besarnya dana yang diterima kecamatan Cimanggung untuk pelaksanaan e-KTP itu hanya Rp.1,2 juta, yang digunakan untuk membayar honor bagi operator yang jumlahnya 6 orang, dan tiap orang dibayar Rp.200 ribu sampai selesai tugas.

Namun, keterangan yang berbeda disampaikan oleh Ketua LSM LAPPAN (Lembaga Pemantau Penggunaan Anggaran Negara) Bandung, Aji Adame, mengatakan,yang merasa heran kalau Kecamatan Cimanggung hanya menerima Rp.1,2 juta untuk e-KTP. “Saya heran jika Cimanggung Cuma dapat Rp.1,2 juta, karena setau saya dana e-KTP untuk Kab.Sumedang itu Rp.750 juta, itu baru dari APBD, belum lagi dari anggaran pusat, karena ini program nasional maka tentunya ada anggaran dari pusat”, tutur Aji.

Lebih lanjut Aji mengatakan jika tiap warga rata-rata dipungut Rp.8 ribu, maka jika yang membuat e-KTP di Cimanggung sekitar 40 ribu orang maka jumlah pungutan mencapai Rp.320 juta. “Ini perlu penjelasan dari camat, mengapa pengutun seperti ini dibiarkan, ini “Pungli” dan ngga ada dasar hukumnya”, tegasnya.

“Sangat disayangkan camat Cimanggung membiarkan pengutan ini, kalo memang ini permintaan dari pihak desa, seharusnya camat memberikan syarat agar tetap tidak dipungut biaya, saya sudah berbincang dengan beberapa warga dan mereka mengatakan tidak keberatan jika pemotretan dilaksanakan di kecamatan”, jelasnya.

Dalam akhir pembicaraan Aji mengatakan sudah selayaknya jika warga menanyakan untuk apa uang pungutan e-KTP tersebut, apakah benar dana yang diterima Kec. Cimanggung untuk e-KTP hanya Rp.1,2 juta, lalu dikemanakan dana Rp.750 juta yang ada di Pemda Sumedang untuk biaya e-KTP," katanya bertanya. (UDN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger