' Dugaan Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Harus Diusut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dugaan Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Harus Diusut

Dugaan Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Harus Diusut

Written By dodi on Friday, August 10, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Dugaan korupsi dibalik proyek revitalisasi Taman Kota di komplek perkantoran Pemkab Bogor, Kelurahan Tengah, Cibinong-Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan masyarakat. Kondisi taman bernilai Rp 2,3 miliar tersebut sempat terbelengkalai selama 8 bulan lebih. Parahnya lagi, anggaran sebesar Rp 2,3 miliar bukan menghasilkan taman yang indah, malah membuat taman tersebut amburadul tak karuan. Beberapa bangunan yang diperuntukan sebagai fasilitas penunjang taman, terlihat retak-retak karena tak terurus selama berbulan-bulan.

Ketua Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah (LPPD) Freddy PH Pasaribu menilai ada kejanggalan dibalik proyek yang dijuluki "taman hantu" tersebut. Pasalnya, hanya untuk membangun sebuah taman kota harus menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 2,3 miliar. "Padahal jika memang serius ingin membangun taman kota yang indah, anggaran sebesar itu sangatlah mewah. Ini aneh, dengan biaya diatas 2 miliar hasilnya hanya sebuah taman hantu, bangunan pelengkap taman kini juga sudah rusak," kata Freddy kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Freddy pun mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemkab Bogor, khususnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang tidak transparan terkait dengan proyek taman hantu tersebut. Hal itu, tambahnya, merupakan sinyalemen adanya ketidakberesan dalam pengerjaan proyek yang berlokasi di areal komplek perkantoran Pemkab Bogor, Cibinong itu. "Soal kejanggalan dan ketidakberesan itu saya kira sudah dicium aparat penegak hukum. Tapi kok masih diam saja ya, kenapa?" ujarnya.

Beberapa waktu lalu, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor Husnul Chotimah, mengecam kinerja DKP terkait terbengkalainya pembangunan proyek taman yang dikerjakan CV Artha Norma tersebut. Itu karena anggarannya yang tidak sedikit, namun hasilnya tidak maksimal. Dikatakannya lagi, dari awal kalangan Dewan menilai konsep pembangunan dan tujuannya tidak jelas. "Dari awal konsepnya ga jelas, tentang peruntukan bangunan, malah mirip tempat kumpul hantu," kata Husnul.

Sementara itu, Koordinator Investigasi dan Data LSM Komite Pemantau Pembangunan (KPP) Arif N Bachtiar, mendesak pihak Kejaksaan atau Kepolisian untuk melakukan pengusutan terhadap kejanggalan dalam pengerjaan proyek taman hantu yang dianggarkan pada APBD 2011 tersebut. "Mulai dari penetapan pemborongnya sebagai pemenang lelang sampai pada pengerjaannya sesuai dengan bestek atau tidak, itu harus diperiksa aparat hukum. Jangan tutup mata," tegas Arif.

Jauh sebelum proyek ini dikerjakan, dugaan rekayasa dan permainan dalam proyek Taman di lingkungan Pemkab Bogor pernah diungkap oleh sebuah LSM. Ketika itu, disebutkan bahwa proyek tersebut mengandung cacat prosedur berdasarkan bukti adanya pertemuan antara pengusaha dan pejabat di lingkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor di sebuah restoran di kawasan Sentul City yang bertujuan untuk memenangkan salah satu pengusaha titipan. Dan akhirnya, tender proyek taman itu akhirnya dimenangkan oleh CV Artha Norma.

Dalam proses lelang yang dilaksanakan secara elektronik atau e-procurement terdapat 10 perusahaan yang mendaftar. Dari hasil evaluasi terhadap harga penawaran, CV Artha Norma yang dimenangkan oleh panitia lelang menempati posisi ke-5 terendah  dengan nilai penawaran Rp 2,37 miliar. Namun sebenarnya, masih ada empat perusahaan yang mengajukan penawaran lebih rendah dibandingkan penawaran yang diajukan CV Artha Norma.

Keempat perusahaan yang menawar proyek lebih rendah itu terdiri dari  CV Ramli Brother dengan penawaran Rp 2,29 miliar, PT Ardico Artha Multimoda Rp 2,24 miliar, CV Karya Anugerah Agung menawar Rp 2,24 miliar, dan  CV Maju Bersama  Rp 2,19 miliar. "Proses lelangnya saja sudah ramai digunjingkan tidak normal. Tak heran hasil pengerjaan proyeknya pun tak jelas seperti sekarang ini. Oleh karena itu, kita berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan ketidakberesan dalam lelang tender dan pengerjaan proyek taman Pemkab Bogor ini," pungkas Arif.

Terkait hal tersebut, Kepala DKP Kabupaten Bogor Rosadi Saparodin, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dimintai konfirmasinya. Ketika LINGKAR JABAR hendak menemui Rosadi di ruang kerjanya, kemarin, seorang staf DKP menyebutkan atasannya sedang keluar kantor. Anehnya, entah apa alasannya, hampir seluruh staf kantor DKP yang ditemui LINGKAR JABAR menunjukan wajah sinis dan tak bersahabat. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger