' Dituding Tebang Pilih, Kejari Cibinong Dikecam - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Dituding Tebang Pilih, Kejari Cibinong Dikecam

Dituding Tebang Pilih, Kejari Cibinong Dikecam

Written By dodi on Friday, August 3, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong didesak untuk bersikap tidak tebang pilih dalam melaksanakan penegakan hukum, khususnya dalam mengusut kasus-kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Desakan ini mengemuka pasca penangkapan AY, mantan Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, pada Jumat (28/7) lalu. Tak sedikit elemen masyarakat yang menduga penjeblosan AY ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg Cibinong lebih kental unsur politis ketimbang penegakan hukum yang adil.

Pasalnya, sejumlah kasus dugaan korupsi lain yang lebih dulu ditangani Kejari Cibinong sampai sekarang belum jelas kelanjutannya, apalagi penetapan tersangkanya. Contohnya, penanganan kasus proyek peningkatan gedung dan pagar bangunan Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) senilai Rp 3 miliar yang dimulai sejak Maret lalu, namun hingga kini tak jelas kelanjutannya. Selain itu, ada juga kasus proyek Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLH) pada Dinas Pertanian dan Kehutanan yang ditangani sejak 2010 lalu, namun hingga kini juga tak jelas juntrungannya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (Lekas) Ronny Syahputra menilai dalam menangani kasus proyek peningkatan jalan Sukahati-Kedunghalang, Kejari Cibinong terkesan mengejar waktu dan target tertentu. "Walau saya mengapresiasi, saya agak curiga juga karena selang beberapa hari melakukan penggeledahan, kemudian langsung memeriksa AY, dan usai diperiksa langsung ditahan. Kok bisa secepat itu penyidik menyimpulkan AY bersalah. Padahal, kalau mau fair, ya pengusahanya selaku pelaksana pengerjaan proyek juga harus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," kata Ronny kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ronny pun mengkritik cara kerja Kejari Cibinong yang menumpukan semua kesalahan pada pejabat Dinas Binamarga dan Pengairan. Padahal, yang diusut adalah dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek jalan. Maka sepantasnya, tambah Ronny lagi, pengusaha yang mengerjakan proyek jalan tersebut ditetapkan menjadi tersangka, bukannya AY selaku pejabat pembuat komitmen. "Saya dengar oknum pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut juga meminjam bendera, bukan menggunakan perusahaan sendiri. Saya kira sudah sepatutnya pengusaha itu menjadi tersangka dan ditahan," tegas Ronny.

Menanggapi tudingan tersebut, Kasi Intel Kejari Cibinong, Bayu Adhinugroho yang dihubungi LINGKAR JABAR baru-baru lalu, membantah keras serta menilai tindakan yang dilakukan jajarannya telah melalui prosedur. Pasalnya, penahanan AY sepenuhnya kewenangan penyidik sesuai yang diatur didalam KUHP. “Didalam aturannya, penyidik bisa menahan dengan alasan, tersangka khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan melakukan hal serupa lagi. Jadi tiga kriteria itu, yang menjadikan AY harus ditahan,” ucap dia.

Selain itu, alat bukti untuk melakukan penahanan AY sudah terkumpul. Dan tersangka sudah mengarah kearah keterpidanaan. “Maka kami tegaskan sekali lagi, penahanan AY tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik,” jelas Bayu. Ditanya kenapa penanganan kasus AY hingga ke penahanan begitu cepat, kembali Bayu menjelaskan, apabila kasus di DBMP terutama untuk masalah proyek pelebaran Jalan Raya Kedunghalang-Sukahati sudah diselidiki mulai dari bulan Februari lalu. “Memang saat kami melakukan penyelidikan terhadap proyek itu, secara tertutup dan tidak dipublikasikan. Baru setelah kasusnya meningkat jadi penyidikan, kami terbuka kepada publik,” paparnya.

Disinggung tentang Kejari melakukan pemanggilan paksa pengusaha atau pelaksana proyek jalan itu, Bayu mengatakan saat ini pihaknya belum bisa melaksanakan penjemputan secara paksa karena baru melayangkan surat panggilan kedua, dengan batas waktu pemanggilan tanggal 31 Juli (kemarin,red). “Untuk melayangkan surat panggilan ketiga kepada pengusaha PT. Damo Sipon, kami akan berdiskusi dengan tim kapan waktunya,” tukas Bayu. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger