' Disnakan Jamin Tidak Ada Penjual Daging Celeng - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Disnakan Jamin Tidak Ada Penjual Daging Celeng

Disnakan Jamin Tidak Ada Penjual Daging Celeng

Written By dodi on Wednesday, August 1, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Kekhawatiran masyarakat Kabupaten Bogor terhadap penjualan daging celeng dan ayam tiren, disejumlah Pasar Tradisional yang sering terjadi, saat bulan Ramadhan hingga memasuki Hari Raya Idul Fitri dipastikan tak akan terjadi lagi. Pasalnya, jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor, bakal melakukan pengawasan, ektra ketat kepada para pedagang daging maupun ayam.

“Setiap hari petugas kami, melakukan pengawasan disejumlah pasar yang dinilai rawan terjadinya penjualan daging dengan kualitas seperti itu,” ungkap drh. Ramilah E Nasution, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, kepada LINGKAR JABAR, belum lama ini.

Menurut dia, sebelum memasuki bulan Ramadan pihaknya sudah melakukan sidak kepasar tradisional, mulai dari Pasar Citeureup, Cibinong, Ciawi, Cisarua hingga ke Leuwiliang. Namun, petugasnya hanya menemukan pedagang penjual daging celeng dilokasi Pasar Citeureup. “Tapi setelah kami ambil sampel daging itu dan dibawa ke balai penelitian, ternyata hasilnya negatif alias bukan daging celeng,” jelasnya.

Sementara, Berdasarkan data Kebutuhan dan Penyediaan Hasil Ternak Menghadapi Hari Besar Keagamaan Tahun 2012, yang dihimpun LINGKAR JABAR dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bogor, tercatat puluhan ribu ton daging dan telur sepanjang 63 Hari, termasuk Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketersediaan daging sapi potong mencapai 16.243 ekor dengan kebutuhan 5.952 ekor, daging ayam ras tersedia 28.651.029 ekor, dengan kebutuhan 13.451.108 ekor, serta telur ayam ras 13.699 ton dengan kebutuhan 11.836 ton, hingga hari besar tahun baru masehi 2013 mendatang. “Alhamdulillah, untuk daging ayam dan telur, ayam kita sudah berlebih dan masyarakat tidak perlu panik. Kita siapkan daging sapi potong impor, dari luar negeri dan luar provinsi,” ungkap Soetrisno, Kepala Disnakan.

Dia mengaku, sudah memprediksi kenaikan harga kebutuhan pokok daging sapi, pada Idul Fitri 1433 H mencapai Rp.85.000 sampai Rp.90.000 per kilogram, sedangkan harga daging ayam berkisar di Rp.35.000 hingga Rp.40.000 dan telur ayam diperkirakan naik hingga Rp 18.000 per kilogram. “Kami himbau masyarakat untuk diversifikasi pangan dengan memanfaatkan daging kambing dan domba," pungkasnya. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger