' Disdik Kabupaten Bekasi Restui Penjualan Buku LKS - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Disdik Kabupaten Bekasi Restui Penjualan Buku LKS

Disdik Kabupaten Bekasi Restui Penjualan Buku LKS

Written By dodi on Wednesday, August 29, 2012 | 8:00 AM

KAB.BEKASI (LJ) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, seperti mulai tercoreng dengan maraknya penjualan buku LKS di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN), di lima Kecamatan antara lain, Kecamatan Setu, Kecamatan Cibitung, Kecamatan Cikarang Barat, Kecamatan Tambun Utara, dan Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR, seperti halnya Ka UPTD Setu Dadang Rukanda, sebab apa yang dilakukan Dadang Rukanda tidak mencerminkan kapasitasnya selaku pejabat yang di percayakan untuk membantu sebagian tugas kepala dinas pendidikan (Abdur Rofiq). Semestinya, Dadang memahami dan mengerti tupoksinya sebagai perpanjangan dari kepala disdik bukan mengabaikan amanat tersebut demi kepentingan pribadinya.

Terlihat bermacam modus dilakukan kepala sekolah (kepsek), mulai dari menitipkan di toko, koperasi sampai ada yang menjual langsung di sekolah melalui guru kelas masing-masing, hal itu di lakukan para kepala sekolah dikarenakan kepala sekolah merasa kepala UPDT Setu, selaku atasannya merestui penjualan buku LKS tersebut, dan di tambah dengan salah satu distributor adalah oknum LSM yang informasinya dapat mengatasi atau membekap masalah di lapangan, sehingga dengan adanya restu dari Ka UPTD dan oknum LSM tersebut membuat kepala sekolah dengan  leluasa menjual buku LKS kepada anak didiknya. Hal itu jelas melanggar atau menyalahi UU atau Peraturan yang ada.

“Saya tidak mengetahui adanya penjualan buku LKS diwilayah setu, dan tidak pernah memberi restu kepada kepsek. Bahkan, saya akan panggil kepsek dan distributor atau pengecer untuk mengklarifikasi," ungkap Dadang Rukanda, Kepala UPTD Setu, kepada LINGKAR JABAR, diruang kerjannya.

Sementara itu, Abdur Rofiq, Kepala Disdik Kabupaten Bekasi, ketika saat dikonfirmasi LINGKAR JABAR, pihaknya tidak ada di tempat. Bahkan saat dihubungi lewat telepon genggamnya tidak ada jawaban alias mati. HSR         
 
Share this article :

1 komentar:

Anonymous said...

Penjualan buku LKS yang menyimpang dari aturan, mengakibatkan menjadi lebih mahalnya harga dari yang seharusnya. Namun lebih tidak bisa dimengerti lagi adalah adanya pungutan 1000 rupiah per-mata pelajaran terhadap anak murid SD Negri dibeberapa sekolahan di daerah Cikarang Bekasi. Pungutan akan dilakukan setiap diadakannya ulangan harian dengan alasan untuk fotokopi soal ulangan. Lebih hebatbya lagi salah satu SD Negri yang menerapkan aturan pungutan 1000 rupiah berada tepat disamping kantor UPTD Pendidikan di daerah Cikarang (salut untuk itu..*&^%$#@??)
Guru adalah sebuah profesi untuk diguGU (dipatuhi) dan ditiRU (dicontoh)$#@$%&???

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger